gambar ilustrasi

Arus Sungai Menggila, 50 Keramba Ikan Hanyut

BANJARMASIN – Hujan lebat yang mengguyur Kalimantan Selatan sejak dini hari memicu lonjakan debit Sungai Martapura di Kota Banjarmasin, Rabu (04/02/2026). Air sungai yang mendadak keruh kecokelatan itu mengalir deras dan menghantam kawasan permukiman bantaran, memicu kerusakan serius pada usaha perikanan warga.

Di kawasan Banua Anyar, puluhan keramba apung milik pembudidaya ikan air tawar tak mampu bertahan menghadapi arus. Satu per satu keramba terlepas dari tambatan dan hanyut mengikuti derasnya aliran sungai.

Salah seorang pembudidaya, H Supian, mengaku keramba miliknya terseret arus sekitar pukul 14.30 Wita. Jumlahnya tak sedikit.

“Sekitar lima puluh petak langsung terlepas. Ikan di dalamnya ikut hanyut, sudah tidak bisa diselamatkan,” tuturnya dengan nada pasrah.

Keramba yang hanyut diketahui berisi ikan bawal siap panen. Kerugian diperkirakan cukup besar, namun hingga kini para pembudidaya masih menghitung dampak kerusakan yang dialami.

Arus deras membawa keramba melintas jauh dari lokasi awal. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah keramba terbawa hingga kawasan Siring Jembatan Merdeka. Bahkan, beberapa di antaranya sempat menghantam rumah warga dan tersangkut di sekitar Jembatan Pasar Lama.

Warga bersama personel Satpolairud Polresta Banjarmasin bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan. Sejumlah keramba yang tersangkut di tepi sungai berhasil diamankan, meski sebagian besar tak tertolong akibat kuatnya arus.

Hingga sore hari, proses evakuasi masih berlangsung. Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi warga bantaran sungai akan tingginya risiko usaha perikanan saat cuaca ekstrem melanda Banjarmasin dan sekitarnya. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com