KUTAI KARTANEGARA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Sambel Handil 4 milik Sri Utami terus menunjukkan eksistensinya sejak pertama kali dirintis pada 2019. Berawal dari usaha rumahan dengan modal mandiri sebesar Rp200 ribu, Sambel Handil 4 kini berkembang dan menjalin kerja sama dengan puluhan gerai ritel modern di Kalimantan Timur.
Usaha sambel rumahan yang berlokasi di kawasan Handil, Kabupaten Kutai Kartanegara ini lahir dari keinginan sederhana pemiliknya untuk menghadirkan sambel dengan cita rasa khas rumahan dan kualitas yang konsisten, khususnya bagi konsumen kelas menengah dan keluarga.
“Dulu awalnya hanya coba-coba. Modalnya Rp200 ribu, Alhamdulillah dari situ bisa bertahan sampai sekarang,” ujar Sri Utami saat ditemui di kediamannya di kawasan Handil, Kamis (05/02/2025).
Seiring waktu, kapasitas produksi Sambel Handil 4 terus meningkat. Dalam satu bulan, UMKM ini mampu memproduksi sekitar 2.000 botol sambel dengan berat bersih 165 gram per botol. Produk tersebut dipasarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per botol, tergantung jenis dan varian sambel.
Saat ini, Sambel Handil 4 memiliki sekitar 20 varian rasa. Namun, hanya beberapa varian yang menjadi unggulan dan paling diminati konsumen, khususnya di ritel modern.
“Dari 20 varian, yang paling laku di Eramart ada enam, yaitu sambel cumi, ikan roa, bawang, cakalang, terasi, dan ikan peda,” jelasnya.
Dalam menjaga kualitas, Sri Utami mengutamakan penggunaan bahan baku lokal. Cabai dan bahan utama sambel sebagian besar diperoleh dari petani di wilayah Handil. Apabila pasokan terbatas, bahan baku dipenuhi dari pasar dengan pemasok langganan. Meski harga cabai kerap berfluktuasi, harga jual produk tetap dipertahankan stabil.
“Kami tidak ikut-ikutan menaikkan harga. Kalau cabai sedang murah, kami stok sampai 300 kilogram dan simpan di freezer,” ungkapnya.
Strategi tersebut dilakukan agar produksi tetap berjalan lancar dan konsumen, khususnya kalangan keluarga, tidak terbebani oleh kenaikan harga. Dari usaha tersebut, Sri Utami mengaku meraih keuntungan bersih sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per bulan, tergantung volume penjualan.
Saat ini, Sambel Handil 4 telah dipasarkan di sekitar 25 gerai Eramart yang tersebar di Tenggarong dan Samarinda. Namun, pengembangan usaha masih terkendala permodalan. Keterbatasan modal membuat UMKM ini belum mampu memenuhi permintaan untuk masuk ke seluruh 30 cabang MAXI di Balikpapan.
“Permintaan dari MAXI Balikpapan sebenarnya ada, tapi modal kami belum mencukupi untuk menyediakan stok dalam jumlah besar,” tuturnya.
Meski demikian, Sambel Handil 4 tetap menjangkau konsumen Balikpapan melalui penjualan daring di platform Shopee. Ke depan, Sri Utami berharap usahanya dapat terus berkembang, memperluas jaringan pemasaran, serta memperoleh dukungan permodalan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan berkelanjutan. []
Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan