Serangan Dini Hari Hantam Sekolah, Warga Gaza Terbangun oleh Ledakan

GAZA – Situasi di Jalur Gaza kembali memanas setelah sebuah serangan udara Israel dilaporkan menghantam bangunan sekolah yang digunakan sebagai tempat penampungan warga sipil di wilayah Khan Younis, Jumat (06/02/2026) dini hari. Insiden ini terjadi di tengah kondisi gencatan senjata yang disebut-sebut masih rapuh dan jauh dari stabil.

Sekolah tersebut selama ini menjadi lokasi berlindung ratusan warga yang kehilangan rumah akibat konflik berkepanjangan. Ketika serangan terjadi, sebagian besar penghuni tengah terlelap, membuat kepanikan tak terhindarkan. Dentuman keras terdengar luas hingga ke permukiman sekitar, membangunkan warga yang berhamburan mencari perlindungan.

Sejumlah video yang beredar dari warga setempat memperlihatkan dampak serangan yang merusak bangunan sekolah tersebut. Asap tebal membubung dari lokasi, sementara warga terlihat berupaya mengevakuasi anak-anak dan perempuan menjauhi titik ledakan. Situasi semakin mencekam karena listrik terbatas dan minimnya penerangan di malam hari.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka. Namun, laporan lapangan menyebutkan banyak keluarga mengalami syok dan trauma, terutama anak-anak yang kembali harus menghadapi kekerasan di tempat yang seharusnya aman.

Serangan terhadap fasilitas pendidikan bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah sekolah dan bangunan sipil di Gaza dilaporkan ikut terdampak operasi militer Israel. Lembaga kemanusiaan dan tenaga medis di wilayah tersebut menilai pola serangan ini memperparah kondisi warga sipil yang sudah berada di ambang krisis kemanusiaan.

Pihak militer Israel selama ini kerap menyampaikan bahwa serangan udara diarahkan pada target kelompok bersenjata Palestina atau lokasi yang dianggap memiliki nilai militer. Namun, penjelasan tersebut terus menuai sorotan dan kritik dari berbagai organisasi internasional karena risiko besar terhadap keselamatan warga sipil.

Jalur Gaza sendiri telah lama menjadi episentrum konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina. Sejak eskalasi besar akhir 2023, ribuan warga sipil dilaporkan tewas dan jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal. Sekolah, masjid, hingga fasilitas umum akhirnya berubah fungsi menjadi tempat pengungsian darurat.

Insiden di Khan Younis kembali memunculkan pertanyaan serius mengenai perlindungan warga sipil dan komitmen semua pihak terhadap hukum humaniter internasional, terutama di tengah upaya meredakan konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com