BUMDes Loa Duri Ilir Manfaatkan Minyak Jelantah untuk Pakan Ayam

KUTAI KARTANEGARA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Loa Duri Ilir terus menunjukkan inovasi dalam pengelolaan potensi desa. Salah satunya melalui program pembelian minyak jelantah dari masyarakat yang kini resmi dijalankan sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi warga sekaligus mendukung usaha peternakan desa.

Program tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fakhri Arsyad, saat ditemui di Kantor Desa Loa Duri Ilir, Jumat (06/02/2026). Ia menjelaskan bahwa minyak jelantah yang dikumpulkan dari warga tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan pakan ayam omega, yang merupakan salah satu unit usaha unggulan BUMDes.

Kepala Desa Loa Duri Ilir, Fakhri Arsyad

“Selama ini minyak jelantah sering dibuang begitu saja dan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, jika dikelola dengan baik, minyak bekas ini bisa memiliki nilai manfaat dan nilai jual. Karena itu, BUMDes Loa Duri Ilir hadir untuk menampung minyak jelantah warga dan mengolahnya kembali,” ujar Fakhri Arsyad.

Dalam program ini, BUMDes membeli minyak jelantah dari masyarakat dengan harga Rp5.000 per liter, tanpa batas minimal jumlah setoran. Warga dapat langsung membawa minyak jelantah ke kantor BUMDes atau menghubungi petugas yang telah disediakan.

Menurut Fakhri, minyak jelantah tersebut selanjutnya diproses dan dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan pakan ayam omega. Pakan ini digunakan untuk menunjang usaha peternakan ayam desa yang tengah dikembangkan oleh BUMDes.

“Minyak jelantah berfungsi sebagai sumber energi tambahan dalam formulasi pakan ayam omega. Ini membantu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas pakan agar tetap bernutrisi,” jelasnya.

Selain minyak jelantah, BUMDes Loa Duri Ilir juga membuka penerimaan mentega afkir atau mentega kedaluwarsa yang sudah tidak layak konsumsi. Bahan tersebut dinilai masih dapat dimanfaatkan sebagai campuran tertentu dalam proses produksi pakan, tentunya dengan pengolahan dan pengawasan yang sesuai standar.

Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai memberikan manfaat ganda. Selain menambah penghasilan rumah tangga, program ini juga mendorong kesadaran warga untuk tidak membuang limbah sembarangan.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa limbah rumah tangga bisa menjadi peluang ekonomi jika dikelola bersama. Program ini adalah bagian dari upaya kemandirian desa dan penguatan BUMDes sebagai motor ekonomi lokal,” tambah Fakhri.

Ke depan, Pemerintah Desa Loa Duri Ilir bersama BUMDes berencana memperluas sosialisasi program ini agar semakin banyak warga yang terlibat. Dengan kolaborasi antara desa dan masyarakat, diharapkan pengelolaan minyak jelantah ini mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan usaha peternakan ayam omega di Loa Duri Ilir. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com