KUTAI TIMUR – Warga Kutai Timur (Kutim) kembali diingatkan untuk awas terhadap fluktuasi harga pangan. Tim gabungan pengawas pangan menemukan beras merek Dua Ketupat dijual lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET), menembus Rp15 ribu per kilogram, saat peninjauan ke pasar induk dan beberapa distributor, Jumat (06/02/2026).
Temuan ini memicu pertanyaan publik: apakah kenaikan harga ini wajar karena kualitas premium, atau ada permainan pasar oleh agen distributor? Satgas Pangan Kutim kini tengah menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan kategori mutu beras tersebut.
IPTU Alif, Kanit Tipidter Polres Kutim, menjelaskan tim pengawasan bergerak dari pasar induk hingga agen distributor untuk memastikan harga dan mutu pangan tetap sesuai aturan.
“Kami menemukan beras Dua Ketupat dijual Rp15 ribu lebih per kilogram, padahal HET untuk beras medium Rp14 ribu. Label premium memang tercantum, tapi kita harus pastikan kualitasnya benar-benar sesuai sebelum mengambil langkah selanjutnya,” katanya.
Hasil uji laboratorium menjadi kunci. Bila kualitas beras terbukti premium, harga tersebut masih dianggap wajar. Namun, jika ternyata masuk kategori medium, distribusi dan penjualan beras ini akan ditindak tegas sesuai regulasi.
Selain polisi, pengawasan dilakukan bersama Badan Pangan Nasional, Dinas Perdagangan Provinsi Kaltim, Dinas Pangan Kutim, dan instansi terkait. Lenny, perwakilan Bapanas, menekankan bahwa Satgas Pangan bertugas mengawasi dari hulu hingga hilir agar tidak ada pihak bermain harga yang merugikan konsumen.
“Tujuan kami memastikan harga pangan stabil, mutu terjamin, dan masyarakat tidak dirugikan. Kami akan terus memantau seluruh distribusi,” ujarnya.
Hasil pantauan Satgas menunjukkan, secara umum harga kebutuhan pokok di Kutim masih aman, kecuali gula yang masih berfluktuasi. Meski begitu, warga diminta tetap cermat dan kritis terhadap perbedaan harga di pasaran.
“Warga harus bisa membedakan mana harga wajar dan mana indikasi kenaikan tidak wajar. Satgas akan terus bertindak agar pasar pangan tetap transparan,” kata IPTU Alif.
Satgas Pangan memastikan pengawasan akan berlanjut secara rutin, dengan fokus utama mencegah manipulasi harga, menjaga kualitas pangan, dan melindungi konsumen Kutim dari praktik curang. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan