TEHERAN — Kebakaran terjadi di kompleks barak militer di Teheran, Iran, pada Jumat (06/02/2026) waktu setempat. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, meski sempat memicu perhatian karena berlangsung di area fasilitas pertahanan.
Militer Iran dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (07/02/2026) menyebut api berasal dari sebuah bengkel kayu di dalam kawasan barak. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran.
Pihak militer menegaskan situasi dapat segera dikendalikan setelah petugas pemadam tiba di lokasi. “Kebakaran berhasil dikuasai ketika tim pemadam kebakaran datang tepat waktu, sehingga api tidak meluas,” demikian pernyataan militer Iran yang disampaikan melalui media resmi pemerintah.
Otoritas belum merinci tingkat kerusakan akibat insiden tersebut maupun dampaknya terhadap aktivitas di dalam kompleks militer.
Kebakaran di barak ini terjadi beberapa hari setelah insiden serupa melanda sebuah pasar di wilayah barat Teheran pada Selasa (03/02/2026). Api dalam peristiwa itu juga berhasil dipadamkan tanpa laporan korban luka.
Serangkaian kebakaran dan ledakan di Iran kerap memicu kekhawatiran publik terkait kemungkinan serangan dari pihak luar, terutama Israel atau Amerika Serikat. Kekhawatiran tersebut meningkat sejak gelombang serangan udara Israel pada Juni 2025 dalam konflik yang berlangsung selama 12 hari.
Dalam konflik tersebut, Amerika Serikat turut menyerang sejumlah fasilitas nuklir Iran. Rentetan serangan itu dilaporkan menewaskan beberapa komandan militer serta ilmuwan nuklir terkemuka di Teheran.
Meski begitu, otoritas Iran belum mengaitkan kebakaran di barak militer pada 6 Februari 2026 dengan faktor eksternal. Dugaan sementara masih berfokus pada gangguan teknis kelistrikan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan