PONTIANAK – Kegiatan bermain layang-layang di sepanjang Jalan Pemda, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur, menuai sorotan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada Sabtu (07/02/2026) sore ketika arus lalu lintas sedang padat.
Ruas jalan tersebut dikenal ramai dilalui kendaraan warga yang pulang beraktivitas. Namun pada waktu yang sama, sejumlah anak terlihat bermain layang-layang di tepi hingga badan jalan. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih ketika anak-anak berlari mengejar layangan putus tanpa memperhatikan kendaraan yang melintas.
Seorang pengendara sepeda motor, Subehri, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut. Ia menuturkan, “Benang layangan bisa melukai wajah atau leher pengendara. Selain itu, anak-anak kerap berlari ke jalan tanpa melihat situasi lalu lintas, sehingga sangat berbahaya bagi semua pihak.”
Menurutnya, kepadatan kendaraan pada sore hari membuat potensi kecelakaan semakin besar. Subehri menjelaskan, “Saat arus kendaraan sedang ramai, kemunculan anak yang tiba-tiba menyeberang atau benang layangan yang melintang dapat membuat pengendara kehilangan kendali.”
Ia juga menyoroti penggunaan benang gelasan atau benang berlapis bahan tajam yang berisiko menimbulkan luka serius, sebagaimana pernah terjadi di sejumlah daerah lain.
Atas kondisi tersebut, Subehri meminta pemerintah daerah dan aparat terkait segera mengambil langkah penertiban serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia menegaskan, “Penanganan perlu dilakukan secepatnya sebelum muncul korban. Upaya pencegahan jauh lebih penting demi keselamatan bersama.”
Warga sekitar turut berharap adanya pengawasan orang tua agar anak-anak tidak bermain layang-layang di jalan umum. Selain itu, peran aktif pemerintah dan aparat keamanan dinilai penting untuk memberikan imbauan serta menjaga ketertiban lalu lintas di kawasan tersebut.
Keluhan masyarakat ini diharapkan segera mendapat perhatian serius sehingga potensi kecelakaan dapat dicegah sejak dini. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan