Gambar Ilustrasi

Polisi Sampit Gencar Patroli Malam, Balap Liar Diburu

KOTAWARINGIN TIMUR — Aktivitas kebut-kebutan di jalanan Kota Sampit kini mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Timur meningkatkan patroli malam sebagai langkah menekan balap liar sekaligus penggunaan knalpot tidak standar yang meresahkan warga.

Pengawasan dilakukan melalui patroli rutin berskala besar di sejumlah titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul remaja dan arena adu kecepatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Telabang 2026 dengan metode pengamanan terbuka dan tertutup, termasuk patroli bergerak serta penjagaan di kawasan rawan. Kehadiran petugas juga diperkuat dengan blue light patrol untuk meningkatkan efek pencegahan di lapangan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kotim, AKP Hariyanto, menjelaskan patroli intensif difokuskan pada waktu malam hingga menjelang subuh guna mencegah potensi gangguan keselamatan lalu lintas. Ia menyatakan, “Prioritas kami adalah menghentikan balap liar dan menertibkan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi. Kedua pelanggaran ini bukan hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga berisiko tinggi memicu kecelakaan.” Pernyataan tersebut disampaikan pada Sabtu (07/02/2026).

Sejumlah ruas jalan menjadi perhatian utama, di antaranya Jalan Ahmad Yani, kawasan Taman Kota di Jalan S. Parman, Terowongan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut, serta area Wisma Kahayan di Jalan HM Arsyad. Selain pemantauan, petugas juga melakukan tindakan langsung terhadap pelanggar.

Beberapa pengendara yang kedapatan menggunakan knalpot bising langsung dikenai sanksi tilang di tempat. AKP Hariyanto menegaskan, “Penindakan kami lakukan tanpa kompromi karena pelanggaran knalpot bising kerap berkaitan dengan aktivitas balap liar yang membahayakan pengguna jalan lain.”

Fenomena balap liar di kawasan Taman Kota belakangan menjadi sorotan publik setelah video aksi para remaja beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan puluhan orang terlibat, baik sebagai pelaku maupun penonton, sehingga berpotensi memicu kecelakaan sekaligus mengganggu ketertiban ruang publik.

Situasi tersebut dinilai tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mengurangi fungsi taman kota sebagai ruang rekreasi masyarakat.

Kepolisian pun mengingatkan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mencegah aksi berbahaya tersebut. Menurut AKP Hariyanto, “Peran orang tua sangat menentukan. Pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama pada malam hari, perlu diperkuat agar mereka tidak terjerumus pada kegiatan berisiko tinggi seperti balap liar.” []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com