Gambar Ilustrasi

Bukan Sekadar Kriminal, Ini Sisi Gelap Kasus Bom Molotov Pelajar

KUBU RAYA — Insiden pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, membuka fakta memilukan di balik tindakan seorang pelajar. Peristiwa yang semula dipandang sebagai tindak kriminal semata justru mengungkap persoalan psikologis, paparan kekerasan digital, hingga tekanan keluarga yang menumpuk pada diri anak tersebut.

Informasi yang terungkap menunjukkan siswa bersangkutan diduga kerap terpapar konten kekerasan, mengalami perundungan, serta menghadapi konflik keluarga. Rangkaian kondisi itu memicu tekanan mental berkepanjangan hingga menumbuhkan rasa dendam. Situasi semakin memburuk setelah ia bergabung dengan komunitas daring bertema kriminal, yang diduga memperkuat dorongan melakukan aksi nekat.

Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menilai kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama terkait lemahnya pengawasan penggunaan gawai di kalangan pelajar. “Orang tua harus benar-benar mengawasi aktivitas anak di telepon genggam, termasuk jenis konten yang mereka akses. Pengawasan itu dimulai dari rumah,” ujarnya pada Sabtu (07/02/2026).

Menurut Pipit, anak-anak perlu diarahkan pada kegiatan yang membangun agar tidak tenggelam dalam ruang digital tanpa kendali. “Aktivitas positif harus diperbanyak supaya potensi mereka berkembang ke arah yang benar,” katanya.

Ia juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama ikut terlibat mencegah kekerasan pada generasi muda. “Mari bersama-sama memberikan pencerahan agar peristiwa seperti ini tidak terulang,” tambahnya.

Di lingkungan sekolah, pengawasan guru dinilai krusial, termasuk mencegah perundungan dan menciptakan suasana belajar yang aman. “Jangan ada ejekan atau bullying. Anak harus dirangkul, bukan ditekan,” tegasnya.

Polda Kalbar memastikan langkah hukum menjadi opsi terakhir. Pendekatan pembinaan dan kemanusiaan tetap diutamakan karena pelaku masih berusia anak. “Yang utama adalah menyelesaikan akar persoalan. Anak ini masih bisa dibina,” tutup Pipit. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com