Ricuh di Sydney, Polisi Semprot Gas saat Demo Tolak Presiden Israel

SYDNEY — Gelombang penolakan terhadap kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog di Australia berujung ricuh setelah aparat kepolisian membubarkan massa aksi di pusat kota Sydney pada Senin (09/02/2026) malam waktu setempat. Bentrokan tak terhindarkan ketika demonstran bersitegang dengan petugas yang berupaya mengendalikan situasi.

Dalam upaya membubarkan kerumunan, polisi menggunakan semprotan merica dan gas air mata. Sejumlah peserta aksi, termasuk jurnalis yang berada di lokasi, ikut terdampak penyemprotan tersebut. Media setempat melaporkan puluhan orang diamankan setelah terjadi gesekan fisik antara demonstran dan aparat, meski jumlah pasti yang ditangkap tidak dirinci.

Ketegangan meningkat saat massa berusaha meninggalkan area yang telah ditentukan polisi. Beberapa rekaman memperlihatkan tindakan paksa terhadap peserta aksi. Seorang pria yang digiring petugas terdengar berteriak kesakitan karena ikatan di tangannya dinilai terlalu kuat. Sementara itu, laporan lain menyebut seorang pemuda mengalami pukulan di bagian kepala ketika dilumpuhkan di atas jalan oleh sejumlah polisi.

Aksi protes ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi pro-Palestina yang berlangsung di berbagai kota di Australia pada hari yang sama. Di Sydney, ribuan orang berkumpul di kawasan pusat bisnis, menyuarakan kecaman serta membawa berbagai slogan solidaritas.

Kunjungan Herzog sendiri dilakukan setelah ia menerima undangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, menyusul tragedi penembakan massal pada perayaan Hanukkah di Pantai Bondi pada 14 Desember lalu yang menewaskan sedikitnya 15 orang. Namun kehadiran pemimpin Israel tersebut memicu kemarahan sebagian masyarakat yang menilai kebijakan Israel berkontribusi terhadap jatuhnya korban sipil di Jalur Gaza.

Pengamanan kunjungan dilakukan secara besar-besaran. Helikopter polisi tampak berpatroli di udara, sementara polisi berkuda dan ribuan personel disiagakan di berbagai titik kota untuk mengantisipasi eskalasi aksi.

Peristiwa bentrokan di Sydney kembali menunjukkan tingginya sensitivitas isu konflik Timur Tengah di ruang publik internasional, sekaligus menandai bahwa kunjungan diplomatik di tengah situasi geopolitik memanas berpotensi memicu reaksi keras dari masyarakat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com