Kasus Epstein Memanas Lagi, CIA Diminta Buka Dokumen Rahasia

WASHINGTON — Polemik lama seputar figur kontroversial Jeffrey Epstein kembali mencuat setelah tim kuasa hukum yang mewakili harta warisannya mengajukan permohonan resmi kepada Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dan Badan Keamanan Nasional (NSA). Permintaan itu bertujuan membuka seluruh dokumen yang diduga berkaitan dengan kemungkinan hubungan intelijen Epstein semasa hidupnya.

Langkah hukum tersebut dilaporkan media Amerika Serikat pada Senin (09/02/2026) waktu setempat dan diajukan melalui mekanisme Undang-Undang Kebebasan Informasi (FOIA). Melalui permohonan itu, pihak pengacara meminta lembaga intelijen mengungkap dokumen apa pun yang menunjukkan keterkaitan operasional, afiliasi, ataupun catatan intelijen lain yang selama ini belum dipublikasikan.

Kasus Epstein sendiri telah lama menyita perhatian publik global. Ia ditemukan meninggal dunia di sel tahanan New York ketika menunggu persidangan perkara perdagangan seks anak. Otoritas menyimpulkan kematiannya sebagai bunuh diri, namun berbagai spekulasi terus bermunculan selama bertahun-tahun.

Dalam permintaan terbarunya, tim hukum Epstein menilai transparansi dokumen penting untuk menjawab keraguan publik. Mereka menyatakan bahwa pencarian dokumen dimaksudkan guna memastikan ada atau tidaknya hubungan terbuka maupun tersembunyi antara Epstein dan lembaga intelijen Amerika Serikat.

Respons sebelumnya dari CIA terhadap permintaan serupa pada 1999 dan 2011 menyebut tidak ditemukan bukti afiliasi terbuka, tetapi lembaga tersebut tidak mengonfirmasi maupun menyangkal kemungkinan keberadaan dokumen rahasia. Sikap serupa juga pernah disampaikan NSA dengan alasan perlindungan keamanan nasional serta kerahasiaan sumber dan metode intelijen.

Isu ini kembali menguat setelah Departemen Kehakiman AS merilis kumpulan dokumen pada 30 Januari lalu yang memuat interaksi masa lalu antara Epstein dan William Burns, yang kemudian menjabat Direktur CIA pada periode Maret 2021 hingga Januari 2025. Dokumen tersebut mencatat sejumlah pertemuan pada 2014 ketika Burns masih menjadi Wakil Menteri Luar Negeri.

Menanggapi temuan itu, juru bicara Burns menyampaikan bahwa sang pejabat “sangat menyesal pernah bertemu” Epstein dan menegaskan hubungan tersebut telah dihentikan setelah mengetahui riwayat hukuman pidana Epstein pada 2008.

Hingga kini, belum ada kepastian apakah CIA maupun NSA akan membuka dokumen tambahan sebagaimana diminta. Namun dorongan transparansi tersebut kembali menempatkan kasus Epstein dalam sorotan politik dan keamanan nasional Amerika Serikat, sekaligus memperpanjang daftar pertanyaan yang belum terjawab mengenai jejaring kekuasaan di sekelilingnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com