BANJARMASIN — Tumpukan narkotika bernilai miliaran rupiah berakhir di ruang pemusnahan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti Polda Kalimantan Selatan pada Senin (09/02/2026). Deru mesin penghancur dan panas incinerator menjadi penutup perjalanan 67,6 kilogram sabu, 30.613,5 butir ekstasi, serta 42,98 gram serbuk ekstasi yang sebelumnya beredar melalui jaringan lintas provinsi.
Pemusnahan dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono. Ia menegaskan tindakan tersebut merupakan bagian dari strategi menekan peredaran narkotika sekaligus memberi efek jera bagi pelaku. “Ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi langkah konkret memutus rantai kerusakan generasi akibat narkoba,” ujarnya.
Puluhan tersangka yang dihadirkan hanya bisa menyaksikan barang bukti perkara mereka dihancurkan. Mereka termasuk dalam 50 orang tersangka dari 40 kasus yang diungkap sepanjang 30 Oktober 2025 hingga 23 Januari 2026, dengan keterkaitan jaringan dari berbagai daerah seperti Kalimantan Selatan, Lampung, Bojonegoro, Pekanbaru, hingga Pontianak. Sebagian jaringan disebut beririsan dengan kelompok besar yang selama ini diburu aparat.
Sebelum dimusnahkan, seluruh barang bukti melewati pengujian laboratorium menggunakan pemindai digital dan reagen kimia untuk memastikan keaslian. Proses penghancuran dilakukan dengan dua metode: pelarutan menggunakan blender bercampur deterjen serta pembakaran melalui incinerator medis di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin. “Setiap pemusnahan berarti mengurangi potensi korban baru,” kata Baktiar menambahkan.
Dari jumlah barang bukti tersebut, kepolisian memperkirakan lebih dari 300 ribu jiwa dapat terhindar dari potensi penyalahgunaan narkotika. Selain dampak sosial, negara juga disebut berpotensi menghemat biaya rehabilitasi hingga sekitar Rp1,84 triliun.
Seluruh tersangka kini menghadapi ancaman pidana berat berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana dalam KUHP terbaru. Proses penyidikan masih terus berjalan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan