Markas Intelijen Korsel Digerebek, Skandal Drone ke Korut Terkuak

SEOUL – Penyelidikan terkait insiden drone yang diduga ditembak jatuh di wilayah Korea Utara memasuki babak baru. Aparat Korea Selatan melakukan penggeledahan terhadap sejumlah fasilitas intelijen negara pada Selasa (10/02/2026) sebagai bagian dari upaya mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak pemerintah dalam peristiwa tersebut.

Langkah ini muncul setelah Pyongyang menuding Seoul menerbangkan drone ke kawasan Kaesong pada Januari lalu. Pemerintah Korea Utara bahkan mempublikasikan gambar yang diklaim sebagai puing-puing pesawat nirawak yang berhasil ditembak jatuh.

Pada tahap awal, otoritas Korea Selatan menolak tuduhan tersebut. Presiden Lee Jae Myung sebelumnya menegaskan bahwa dugaan pengiriman drone oleh pemerintah sama saja dengan tindakan provokatif terhadap Korea Utara. Namun perkembangan penyelidikan menunjukkan arah berbeda setelah aparat menelusuri dugaan keterlibatan unsur militer dan intelijen.

Pemerintah di Seoul kini menyatakan penyidikan tengah menyasar tiga personel militer aktif serta seorang pegawai badan intelijen. Tim gabungan militer dan kepolisian juga menggeledah 18 lokasi, termasuk Komando Intelijen Pertahanan dan Badan Intelijen Nasional.

Dalam keterangan resminya, otoritas menyampaikan bahwa “tim penyelidik berkomitmen mengungkap fakta sebenarnya melalui pemeriksaan barang bukti yang disita serta pendalaman intensif terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.”

Kasus ini semakin kompleks setelah tiga warga sipil didakwa berkaitan dengan skandal drone tersebut. Salah satu di antaranya mengaku bertanggung jawab dan menyebut tindakannya bertujuan memantau tingkat radiasi dari fasilitas pengolahan uranium Pyongsan di Korea Utara.

Sorotan juga mengarah pada mantan Presiden Yoon Suk Yeol, yang saat ini tengah menjalani proses hukum terpisah. Ia diduga secara ilegal memerintahkan pengiriman drone ke wilayah Korea Utara guna menciptakan alasan penerapan darurat militer pada akhir 2024. Upaya tersebut gagal dan berujung pada pemakzulan serta pencopotannya dari jabatan pada April tahun berikutnya.

Penyelidikan yang terus bergulir ini berpotensi memperuncing ketegangan politik domestik Korea Selatan sekaligus menambah kompleksitas hubungan dengan Korea Utara, terutama jika keterlibatan unsur negara benar-benar terbukti. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com