Pemprov Kalteng Perluas Akses Pendidikan Tinggi Gratis

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Melalui pengelolaan anggaran pendidikan mencapai Rp1,3 triliun, Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah menilai pembiayaan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, menyampaikan bahwa seluruh anggaran yang dikelola diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan dan harus memberi dampak nyata bagi peserta didik. “Dana pendidikan ini bukan sekadar belanja tahunan, tetapi penopang masa depan generasi daerah. Karena itu pemanfaatannya harus tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa,” ujarnya di Palangka Raya, Rabu, (11/02/2026).

Pada 2026, penguatan program kuliah gratis menjadi salah satu agenda strategis pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo. Hingga saat ini tercatat 3.060 mahasiswa telah terdaftar sebagai penerima manfaat program tersebut.

Pemerintah daerah juga menyiapkan perluasan jangkauan agar lulusan SMA/SMK, terutama dari keluarga kurang mampu, tidak lagi terhambat melanjutkan pendidikan. Data terbaru menunjukkan sekitar 3.741 siswa kelas XII dari kategori tidak mampu akan langsung diintegrasikan ke dalam skema kuliah gratis.

Reza menegaskan program tersebut membuka akses luas bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa beban biaya. “Kesempatan ini menjadi pintu bagi anak-anak Kalimantan Tengah untuk masuk perguruan tinggi secara gratis melalui kerja sama dengan 36 kampus. Harapannya, tidak ada lagi yang putus kuliah karena alasan ekonomi,” tegasnya.

Selain memperluas akses pendidikan tinggi, Disdik Kalteng juga mendorong transformasi sekolah agar berfungsi sebagai pusat pembinaan karakter dan pengembangan potensi siswa di setiap daerah. “Sekolah harus berkembang menjadi ruang peradaban yang memanfaatkan teknologi, mulai dari pembelajaran daring, bimbingan belajar digital, hingga penggunaan layar pintar yang terhubung dengan sumber belajar,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah sekaligus menyiapkan generasi muda yang kompetitif menghadapi tantangan masa depan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com