Kebakaran dini hari di Kluet Utara menghanguskan 13 ruko dan menyebabkan kerugian sekitar Rp2 miliar tanpa korban jiwa.
ACEH – Kebakaran besar yang melanda kawasan usaha di Lorong Taqwa, Desa Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, menghanguskan 13 unit rumah toko (ruko) semi permanen dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp2 miliar, Sabtu (28/03/2026) dini hari.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.20 WIB ini diduga bermula dari salah satu bangunan milik warga bernama Ibrahim, dengan api pertama kali terlihat dari bagian kamar lantai atas sebelum cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Zainal, menjelaskan bahwa warga setempat sempat berupaya memberikan peringatan saat api mulai membesar.
“Salah satu korban, Khairina, yang mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan warga dan segera menghubungi pihak kepolisian untuk diteruskan ke petugas pemadam kebakaran,” kata Zainal, sebagaimana diberitakan Serambinews, Sabtu, (28/03/2026).
Respons awal pemadaman datang sekitar lima menit setelah laporan diterima, dengan satu unit armada dari Pos Kluet Utara tiba di lokasi sekitar pukul 02.25 WIB. Namun, kondisi bangunan yang didominasi material kayu serta tiupan angin kencang membuat api cepat meluas dan sulit dikendalikan.
Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan tambahan armada dari wilayah Kluet Tengah, Bakongan, dan Tapaktuan yang tiba sekitar pukul 03.10 WIB. Petugas gabungan harus berjibaku selama beberapa jam sebelum api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.35 WIB.
“Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan kedatangan tambahan armada dari Kluet Tengah, Bakongan, dan Tapaktuan sekitar pukul 03.10 WIB. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 05.35 WIB,” pungkasnya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menghanguskan seluruh bangunan ruko di lokasi kejadian dan menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar bagi para pemilik usaha.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem mitigasi kebakaran di kawasan permukiman padat dan pusat usaha, terutama yang didominasi bangunan berbahan mudah terbakar, guna meminimalisir risiko kerugian di masa mendatang. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan