PONTIANAK – Upaya memperluas akses kebutuhan pokok bagi warga prasejahtera diperkuat melalui program pasar murah yang digelar Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan di Asrama Haji Pontianak, dengan menyasar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) desil 1–4 dari enam kecamatan di Kota Pontianak.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menghadirkan 1.000 paket sembako dengan harga terjangkau, sebagai respons atas tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Program tersebut tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Integrated Terminal Manager Pontianak, Tony Kurniawan, mengatakan pasar murah ini menjadi bentuk konkret keterlibatan perusahaan dalam membantu masyarakat. “Kami menyediakan 1.000 paket sembako dengan harga Rp30.000 per paket. Isinya meliputi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula 2 kilogram, susu kental manis 370 gram, kecap manis 275 mililiter, serta sarden 425 gram. Kami berharap ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil penjualan paket sembako tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk donasi untuk fasilitas umum. Bantuan direncanakan disalurkan ke Kampung Siaga Bencana dan Posyandu Aster di Kelurahan Siantan Hilir. “Kami ingin manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada hari pelaksanaan saja, tetapi berkelanjutan dan memberi dampak lebih luas,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Pontianak Ibrahim, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pontianak M. Akib, perwakilan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak, serta jajaran Pertamina dan masyarakat penerima manfaat.
Ibrahim menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pasar murah yang dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Program pasar murah seperti ini sangat membantu masyarakat, dan kami berharap dapat terus berlanjut,” katanya sebagaimana diberitakan Suara Nusantara, Jumat (24/04/2026).
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan bahwa program TJSL tidak hanya berorientasi pada bantuan ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan masyarakat. “Pertamina tidak hanya menghadirkan energi dalam bentuk BBM dan LPG, tetapi juga energi kepedulian. Ini adalah wujud nyata kehadiran kami di tengah masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pertamina menegaskan peran strategisnya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek kehidupan sehat dan pemerataan ekonomi. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan