Mixue Group menutup 428 gerai internasional dan mengubah strategi bisnis global dengan fokus pada efisiensi serta keberlanjutan operasional.
JAKARTA – Jaringan makanan dan minuman asal China, Mixue Group, melakukan penyesuaian besar dalam strategi ekspansi globalnya dengan menutup ratusan gerai di sejumlah negara, termasuk kawasan Asia Tenggara, sepanjang tahun lalu sebagai bagian dari upaya efisiensi operasional dan penguatan kualitas bisnis.
Perusahaan yang dikenal sebagai salah satu jaringan minuman terbesar di dunia tersebut tercatat mengurangi 428 gerai internasional, dengan fokus penyesuaian terutama di pasar utama seperti Indonesia dan Vietnam.
Langkah ini dilakukan di tengah perubahan strategi bisnis yang kini tidak lagi menitikberatkan pada ekspansi jumlah gerai, melainkan pada peningkatan kinerja dan keberlanjutan operasional setiap outlet yang masih berjalan.
“Langkah tersebut dilakukan untuk memperbaiki kualitas operasional gerai yang sudah ada agar dapat berjalan lebih stabil dalam jangka panjang,” demikian keterangan perusahaan dalam laporan keuangannya, sebagaimana dilansir Vnexpress, Rabu, (22/04/2026).
Meski melakukan penutupan gerai di sejumlah wilayah, Mixue tetap melanjutkan ekspansi selektif ke pasar baru. Perusahaan diketahui membuka gerai di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Kazakhstan, sekaligus memperluas kehadiran di Asia Tenggara melalui merek berbeda, Lucky Cup, di Malaysia dan Thailand.
Perubahan arah strategi ini menunjukkan pergeseran fokus industri food and beverage global dari ekspansi agresif menuju konsolidasi bisnis yang lebih berorientasi pada efisiensi dan keberlanjutan jangka panjang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan