Sebuah kapal di lepas pantai UEA dilaporkan dibajak oleh kelompok tak dikenal dan terdeteksi bergerak menuju perairan Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Selat Hormuz.
ABU DHABI – Keamanan jalur pelayaran internasional di sekitar Selat Hormuz kembali menjadi perhatian setelah sebuah kapal di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan dibajak oleh kelompok tak dikenal dan diarahkan menuju perairan Iran.
Insiden tersebut terjadi di wilayah perairan sekitar 70 kilometer timur laut Fujairah, UEA. Badan maritim Inggris, Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO), melaporkan kapal itu dibajak saat sedang berlabuh.
Laporan UKMTO menyebut kapal tersebut “dibajak oleh personel yang tidak berwenang saat berlabuh” dan kini “berlayar menuju ke perairan teritorial Iran”, sebagaimana dilansir AFP, Kamis (14/5/2026), dan diberitakan Detiknews, Kamis (14/5/2026).
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai identitas pelaku pembajakan maupun status awak kapal. Otoritas terkait juga belum mengungkap jenis kapal dan muatan yang dibawa saat insiden terjadi.
Peristiwa itu menambah ketegangan di kawasan Teluk setelah situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz terus menjadi sorotan internasional dalam beberapa bulan terakhir. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi terpenting dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dan gas global.
Pengawasan keamanan maritim di kawasan diperkirakan akan semakin diperketat guna mencegah gangguan terhadap aktivitas pelayaran internasional dan menjaga stabilitas distribusi energi dunia. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan