Pemerintah China memperketat aturan keamanan industri dan memblokir akuisisi perusahaan AI untuk menahan upaya negara Barat mengurangi ketergantungan teknologi terhadap Beijing.
BEIJING – Pemerintah China memperketat kontrol terhadap sektor teknologi strategis dengan menerapkan aturan baru keamanan industri dan rantai pasokan. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah Beijing untuk menahan upaya perusahaan-perusahaan Barat yang ingin mengurangi ketergantungan terhadap teknologi dan komponen asal China.
Langkah itu mencuat setelah otoritas China memblokir rencana akuisisi perusahaan rintisan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Manus oleh Meta senilai 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp34 triliun pada April 2026.
Meski berkantor pusat di Singapura, Manus disebut memiliki keterkaitan kuat dengan China. Pemerintah China memandang perusahaan tersebut sebagai aset strategis dalam persaingan teknologi AI global sehingga transaksi dibatalkan dengan alasan keamanan nasional.
Kebijakan terbaru Beijing juga memperkuat kewenangan pemerintah untuk membatasi perusahaan teknologi AS dalam mengakses teknologi canggih milik China. Aturan Keamanan Industri dan Rantai Pasokan yang diperkenalkan pada akhir April 2026 itu dipandang sebagai respons terhadap tren decoupling dan de-risking yang dilakukan negara-negara Barat.
Istilah decoupling merujuk pada upaya memisahkan ketergantungan ekonomi dan rantai pasokan dari China, sedangkan de-risking berarti strategi mengurangi risiko ketergantungan tanpa memutus hubungan sepenuhnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan Barat berupaya memindahkan basis produksi dan mengurangi penggunaan komponen asal China. Namun, kebijakan baru Beijing menunjukkan pemerintah China masih memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan teknologi yang berkaitan dengan kepentingan strategis nasional.
Perkembangan tersebut sebagaimana diberitakan Detiknews, Kamis (14/5/2026), dan dinilai berpotensi memperketat persaingan teknologi antara China dan negara-negara Barat, khususnya dalam sektor AI dan industri teknologi tinggi global. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan