Mendagri Tito Karnavian menyatakan keprihatinan atas OTT terhadap Bupati Lombok Barat dan menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai langkah pencegahan korupsi bagi kepala daerah.
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan keprihatinan atas kembali terjeratnya kepala daerah dalam dugaan tindak pidana korupsi. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Lalu Ahmad Zaini.
Menurut Tito, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan berbagai langkah pencegahan sejak awal masa jabatan kepala daerah. Upaya tersebut meliputi pembekalan melalui retret kepala daerah, penguatan pembinaan, hingga penerapan sistem keuangan yang lebih transparan guna meminimalkan potensi penyimpangan.
“Saya prihatin,” kata Tito.
Ia menegaskan bahwa pembinaan kepada kepala daerah telah diberikan sejak pelantikan agar seluruh penyelenggara pemerintahan memahami tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Karena kepala daerah kita sudah berikan retret, kemudian kasih pembekalan awal,” ungkap Tito, sebagaimana diberitakan Metrotvnews, Selasa (21/07/2026).
Selain pembekalan, Tito menyebut pemerintah juga telah memperkuat transparansi pengelolaan keuangan daerah serta melakukan pembinaan secara berkelanjutan. Bahkan, Presiden telah mengumpulkan para kepala daerah dalam agenda pembinaan di Sentul sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi.
“Pernah dikumpulkan juga oleh Bapak Presiden di Sentul, masih terjadi juga,” ujar Tito.
Sementara itu, KPK melakukan OTT terhadap Bupati Lobar pada Senin (20/7). Dalam operasi tersebut, lembaga antirasuah mengamankan 19 orang, termasuk Lalu Ahmad Zaini yang saat ini berstatus sebagai terperiksa. Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa penguatan sistem harus dibarengi komitmen integritas setiap penyelenggara pemerintahan. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan