DPMD Paser meminta pemerintah desa memperkuat pendidikan, pemenuhan gizi, perlindungan, pembentukan karakter, dan partisipasi anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
PASER – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Desa (Pemdes) di Kabupaten Paser (Paser) untuk memperkuat pemenuhan hak anak melalui pendidikan, kecukupan gizi, perlindungan, dan pembentukan karakter.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Paser Kasrani mengatakan, anak-anak yang tinggal di wilayah perdesaan harus ditempatkan sebagai prioritas dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa.

Ajakan itu disampaikan Kasrani bertepatan dengan peringatan HAN pada Kamis (23/07/2026), yang mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”.
“Anak-anak yang tinggal di desa merupakan investasi masa depan bangsa. Mereka wajib mendapatkan akses pendidikan layak, gizi cukup, serta lingkungan yang aman agar bisa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan berakhlak,” tegas Kasrani Kamis (23/07/2026).
Menurut Kasrani, penguatan pembangunan anak dari tingkat desa merupakan langkah strategis karena anak-anak akan menjadi generasi yang memimpin Indonesia ketika negara ini memasuki usia 100 tahun pada 2045.
Ia menyebut terdapat tiga fokus utama yang perlu dijalankan Pemdes, yakni penguatan pendidikan dan literasi digital, kesehatan dan pemenuhan gizi, serta perlindungan dan pembentukan karakter anak.
Pada bidang pendidikan, anak-anak desa perlu didorong untuk memiliki kegemaran belajar sekaligus dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi secara sehat, produktif, dan bertanggung jawab.
“Anak diajak gemar belajar dan memanfaatkan teknologi untuk hal positif. Karena pendidikan adalah kunci keluar dari kemiskinan. Tanpa itu, sulit bagi anak desa mengejar cita-citanya”, imbuhnya.
Selain memperoleh akses pendidikan, anak-anak juga harus mendapatkan makanan bergizi, pelayanan kesehatan yang memadai, serta lingkungan yang menjamin keamanan mereka dari kekerasan, eksploitasi, dan praktik perkawinan usia anak.
Kasrani turut mendorong penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, rajin belajar, bersosialisasi, serta tidur cukup.
Pembentukan karakter juga dinilai penting agar anak tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, peduli, berani, bahagia, dan memiliki rasa solidaritas terhadap sesama.
“Nilai Berakhlak Mulia, Cerdas, Peduli, Berani, Bahagia, dan Solidaritas juga perlu ditanamkan sejak dini. Upaya pencegahan kekerasan dan pernikahan usia dini juga harus digencarkan. Peran orang tua dan pemerintah desa sebagai mitra utama”, tambahnya
Untuk memperkuat perlindungan dan partisipasi anak, Kasrani meminta Pemdes, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), kader desa, serta tenaga pendidik menempatkan anak sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat program.
Keberadaan Forum Anak di tingkat desa juga diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, berpartisipasi dalam pembangunan, serta menjalankan peran sebagai Pelopor dan Pelapor terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan hak anak.
Kepada anak-anak di Paser, Kasrani berpesan agar terus bersemangat belajar, menjauhi berbagai kegiatan negatif, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, dan membanggakan daerah.
“Selamat memperingati Hari Anak Nasional. Mari kita curahkan kasih, waktu, dan perhatian terbaik untuk anak-anak desa. Karena dari desa, langkah besar menuju Paser Maju dan Indonesia Emas 2045 akan dimulai,” Pungkasnya.
Penguatan pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan partisipasi anak dari tingkat desa diharapkan dapat membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mempersiapkan generasi Paser yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan