Korsleting Mengintai, Warga Dibekali APAR

Damkar Kecamatan Setiabudi memperkuat kesiapsiagaan warga Menteng Atas dengan penyediaan APAR serta pelatihan penggunaan selang, hidran mandiri, dan metode pemadaman sederhana.

JAKARTA – Kesiapsiagaan warga menjadi salah satu strategi menghadapi ancaman kebakaran di kawasan permukiman padat Menteng Atas, Jakarta Selatan. Sektor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Setiabudi memastikan setiap RW binaan memiliki sedikitnya dua alat pemadam api ringan (APAR) untuk mempercepat penanganan ketika api mulai muncul.

Petugas Damkar juga melakukan inventarisasi APAR di lingkungan warga. Bahkan, sejumlah RT di Menteng Atas telah memiliki dan mencatat ketersediaan peralatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan awal sebelum api membesar.

“Di setiap RW binaan itu kita inventarisasi, minimal sudah punya dua APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Bahkan di Menteng Atas sini hampir setiap RT-nya sudah dibekali dan diinventarisasi,” ujar petugas Damkar Kecamatan Setiabudi, Rezi, saat ditemui Metrotvnews.com di lokasi, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Minggu, 13 September 2026.

Kesiapan tersebut dinilai penting karena permukiman yang padat membuat kebakaran berpotensi cepat meluas. Salah satu ancaman yang menjadi perhatian ialah korsleting listrik, terutama di kawasan dengan banyak bangunan dan jaringan kabel yang berdekatan, sebagaimana diberitakan Metro TV, Minggu, (14/09/2026).

Selain penyediaan APAR, warga juga dilatih agar mampu melakukan tindakan awal secara mandiri. Petugas Damkar menilai respons cepat masyarakat dapat membantu mencegah api berkembang sebelum petugas tiba di lokasi.

Petugas Damkar lainnya, Hari, mengapresiasi kesigapan warga dalam menangani kebakaran yang terjadi akibat gangguan aliran listrik. Menurut dia, tindakan awal masyarakat dapat membuat kejadian tidak berkembang menjadi kebakaran besar.

“Kayak kebakaran yang sempat terjadi itu kan dikarenakan aliran listrik. Enggak sampai besar lah, penanganan pertama dari warga duluan,” kata Hari.

Pelatihan bagi warga tidak hanya berfokus pada penggunaan APAR. Masyarakat di wilayah binaan juga mendapatkan pembekalan mengenai pengoperasian selang pemadam, hidran mandiri, serta teknik pemadaman sederhana menggunakan karung basah.

“Tidak hanya dibekali APAR, untuk pengoperasian selang, untuk saat ini kita ada di Kelurahan Pasar Manggis dan Kelurahan Karet melalui hidran mandiri. Selain praktik tradisional menggunakan karung basah ya, warga juga dilatih,” ucap Hari.

Program tersebut diharapkan membuat masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi mengenai bahaya kebakaran, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan cepat ketika terjadi keadaan darurat. Kesiapsiagaan dari tingkat lingkungan diharapkan dapat menekan risiko kebakaran meluas di kawasan permukiman padat. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com