Bantuan kebutuhan pokok disalurkan kepada 163 keluarga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Sikka dengan perhatian khusus bagi bayi, anak-anak, dan lansia.
JAKARTA – Sebanyak 163 keluarga terdampak gempa bumi di dua kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima bantuan kebutuhan pokok melalui program tanggap bencana yang digelar Biru Muda Project (BMP) bersama Timur Network.
Bantuan tersebut disalurkan di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Sikka pada 3 dan 5 September 2026 setelah rangkaian penggalangan dana berlangsung sejak 16 Agustus hingga 1 September 2026. Program itu menyasar kebutuhan masyarakat terdampak dengan turut memperhatikan kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lansia.
Penyaluran pertama berlangsung di Kampung Muwur, Desa Golo Munga, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, pada 3 September. Sebanyak 86 keluarga menerima bantuan berupa beras, mi instan, telur, minyak goreng, gula, kebutuhan kebersihan, popok bayi, serta kebutuhan untuk kelompok lansia.
Dalam pelaksanaannya, tim membantu menghubungkan penyalur dengan masyarakat setempat sekaligus mendukung proses distribusi bantuan di lapangan.
Dua hari kemudian, penyaluran berlanjut ke Dusun Hubing, Desa Iligai, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka. Sebanyak 77 keluarga menerima beras, telur, mi instan, air minum, minyak goreng, sabun mandi, sabun cuci, popok bayi, susu UHT, dan makanan untuk anak-anak.
Pembagian bantuan di lokasi tersebut dilakukan bersama kepala dusun dan ketua RT dengan melibatkan masyarakat setempat. Koordinasi itu dilakukan agar bantuan tersalurkan secara tertib dan diterima keluarga yang terdampak, sebagaimana diberitakan Metro TV, Minggu, (13/09/2026).
Ketua Umum Biru Muda Project Teuku Agassi Harsya mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
“Kami ingin memastikan bahwa kepedulian yang datang dari berbagai pihak dapat sampai kepada masyarakat dalam bentuk bantuan yang nyata. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di NTT,” kata Teuku Agassi dalam keterangan tertulis, Minggu, 13 September 2026.
Ketua Bidang Sosial Biru Muda Project Taufan Rumawan mengatakan penyaluran bantuan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi. Ketua Pelaksana Harsheena Gobind bersama Timur Network turut memastikan koordinasi kegiatan berjalan hingga bantuan diterima warga.
Komposisi bantuan tidak hanya berfokus pada bahan pangan dan kebutuhan rumah tangga. Sejumlah kebutuhan khusus, seperti popok bayi, susu, makanan anak, dan keperluan bagi lansia, turut disediakan untuk menyesuaikan kondisi penerima bantuan.
Dari dua titik penyaluran tersebut, total 163 keluarga telah menerima bantuan dalam rangkaian program BMP Tanggap Bencana NTT. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus memperkuat solidaritas masyarakat serta menghadirkan dukungan nyata bagi warga yang masih membutuhkan bantuan setelah bencana. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan