Pemkab Kobar bersama masyarakat memasang geobag untuk melindungi badan jalan dan menjaga kelancaran mobilitas serta distribusi logistik di Desa Keraya.
KOTAWARINGIN BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) memasang kantong geotekstil atau geobag pada ruas jalan di Desa Keraya, Kecamatan Kumai, untuk mempertahankan akses warga dan distribusi logistik yang terancam abrasi pantai. Penanganan darurat itu dilakukan secara gotong royong selama tiga hari, 20–22 Juli 2026.
Gelombang tinggi telah mengikis sebagian badan jalan kabupaten di kawasan pesisir tersebut. Tanpa penanganan segera, kerusakan berpotensi meluas dan menghambat mobilitas masyarakat, pelayanan publik, serta distribusi kebutuhan pokok.
Pemasangan geobag dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar, perangkat Desa Keraya, dan masyarakat setempat pada titik-titik yang mengalami abrasi.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kobar Samuel mengatakan penggunaan geobag merupakan tindak lanjut atas gelombang tinggi dan abrasi yang menggerus badan jalan di Desa Keraya.
“Kerusakan infrastruktur jalan ini sangat mengganggu aktivitas warga dan distribusi logistik. Oleh karena itu, pemasangan geobag menjadi solusi darurat untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga,” ujar Samuel saat meninjau lokasi, sebagaimana dilansir Mmc Kobar, Rabu, (22/07/2026).
Sebanyak 20 personel dari BPBD dan Dinas PUPR Kobar dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama perangkat desa dan warga mengisi geobag, kemudian menempatkannya pada sisi jalan yang terdampak gerusan gelombang laut.
Selain menahan hempasan ombak, pemasangan geobag ditujukan untuk mengurangi risiko meluasnya kerusakan badan jalan sembari menunggu penanganan infrastruktur yang lebih permanen.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui BPBD turut menyalurkan 250 unit geobag untuk tiga desa di Kecamatan Kumai. Bantuan itu terdiri atas 100 unit untuk Desa Teluk Bogam, 50 unit bagi Desa Keraya, dan 100 unit untuk Desa Sebuai.
Kepala Desa (Kades) Keraya mengapresiasi respons Pemprov Kalteng dan Pemkab Kobar dalam menangani abrasi yang mengancam akses jalan masyarakat.
“Kami sangat terbantu, terutama saat musim angin barat daya ketika gelombang laut sering kali meningkat. Dengan adanya geobag ini, kami berharap jalan desa dapat lebih terlindungi dan tidak mudah terkikis oleh air laut sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ungkapnya.
BPBD Kobar mengimbau masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan terhadap gelombang tinggi dan abrasi. Warga juga diminta segera melaporkan kejadian kebencanaan melalui layanan darurat atau media sosial resmi BPBD agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Kolaborasi pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga konektivitas kawasan pesisir sekaligus menekan dampak abrasi hingga solusi perlindungan pantai dan jalan yang lebih permanen dapat direalisasikan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan