Dekranasda Kaltara Dorong Inovasi Kemasan IKM

Dekranasda Kaltara mendorong 73.121 unit IKM meningkatkan kualitas kemasan ramah lingkungan untuk memperluas pasar dan memperkuat identitas produk lokal.

BULUNGAN – Sebanyak 73.121 unit industri kecil dan menengah (IKM) di Kalimantan Utara (Kaltara) didorong meningkatkan kualitas kemasan ramah lingkungan sebagai strategi memperluas pasar, memperkuat identitas produk, dan meningkatkan daya saing di tingkat nasional hingga global.

Dorongan tersebut disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara Rahmawati Zainal saat membuka Pelatihan Kemasan Ramah Lingkungan di Rumah Kemasan, Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan (Bulungan), Senin (27/07/2026).

Pelatihan itu diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku IKM bahwa kemasan tidak lagi hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi unsur penting dalam pemasaran dan membangun kepercayaan konsumen.

Menurut Rahmawati, kualitas produk perlu didukung tampilan kemasan yang menarik agar memiliki nilai tambah dan lebih mudah diterima pasar.

“Banyak produk yang bagus, tetapi akan lebih bernilai jika didukung kemasan yang menarik dan ramah lingkungan,” katanya.

Rahmawati menilai kemasan merupakan bagian pertama yang dilihat konsumen sebelum membeli suatu produk. Karena itu, pemilihan desain, bahan, informasi produk, serta identitas usaha perlu diperhatikan oleh pelaku IKM.

Penggunaan bahan kemasan yang ramah lingkungan juga dinilai relevan dengan meningkatnya perhatian konsumen terhadap keberlanjutan dan pengurangan limbah. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab pelaku usaha terhadap kelestarian alam.

Komitmen pengembangan kemasan ramah lingkungan, sebagaimana diberitakan Dkisp Kaltara, Senin, (27/07/2026), juga sejalan dengan upaya Kaltara mempertahankan kelestarian hutan dan mendukung penurunan emisi gas rumah kaca.

Dengan jumlah IKM mencapai 73.121 unit, Rahmawati menilai Kaltara memiliki potensi besar untuk menghasilkan produk unggulan yang mampu menjangkau pasar lebih luas. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui inovasi, kreativitas, konsistensi kualitas, dan strategi pemasaran yang tepat.

Kemasan yang baik juga diharapkan mampu menampilkan budaya, identitas daerah, dan kekayaan sumber daya lokal. Dengan demikian, produk tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa karakter khas Kaltara.

“Kami ingin produk-produk Kaltara tidak hanya dikenal karena kualitasnya, tetapi juga mampu merepresentasikan budaya, identitas, dan kekayaan sumber daya lokal yang dimiliki daerah ini,” pungkasnya.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar dan pertukaran gagasan bagi para pelaku IKM. Selain menambah pengetahuan mengenai kemasan, kegiatan itu juga diarahkan untuk memperkuat jejaring usaha dan mendorong kolaborasi antarpelaku industri.

Melalui peningkatan kualitas produk dan kemasan, pelaku IKM Kaltara diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta melahirkan produk unggulan yang memiliki daya saing berkelanjutan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com