Donald Trump mengancam akan menyerang Iran setelah kapal tanker gas milik Amerika Serikat diserang drone dan terbakar di Pelabuhan Damietta, Mesir.
WASHINGTON D.C – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan balasan terhadap Iran setelah kapal tanker gas milik AS diserang drone hingga terbakar di Pelabuhan Damietta, Mesir. Pernyataan itu disampaikan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Saat menjawab pertanyaan awak media mengenai dugaan keterlibatan Iran dalam serangan tersebut, Trump mengaku telah menerima laporan mengenai insiden itu dan memastikan pemerintahannya tengah memantau perkembangan situasi.
“Baiklah, saya bisa memberi Anda laporan. Saya sudah diberi pengarahan. Ini sedikit mirip dengan situasi sebelumnya, tetapi akan segera membaik,” kata Trump, sebagaimana dikutip Anadolu Agency dan diberitakan CNN Indonesia, Kamis (30/07/2026).
Trump kemudian menegaskan bahwa AS akan memberikan respons militer yang tegas terhadap Iran.
“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras karena sekarang giliran kami untuk menyerang mereka. Mereka tahu itu akan terjadi,” imbuhnya.
Sebelumnya, perusahaan keamanan maritim Ambrey melaporkan sebuah kapal tanker pengangkut gas dihantam drone pada Rabu (29/7). Insiden tersebut dinilai berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.
Perusahaan jasa pelabuhan Inchcape juga menyampaikan bahwa dua kapal tanker gas mengalami kebakaran di Pelabuhan Damietta. Berdasarkan informasi dari tiga sumber yang mengetahui kejadian tersebut, drone menghantam kapal penyimpanan gas Energos Winter sehingga memicu kebakaran yang kemudian merambat ke kapal Gaslog Salem.
Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kementerian Pertahanan Mesir hanya mengonfirmasi terjadinya kebakaran di kawasan pelabuhan tanpa menjelaskan penyebab maupun dugaan penggunaan drone.
Insiden itu terjadi ketika AS masih meningkatkan operasi militernya terhadap Iran. Di sisi lain, Teheran dilaporkan membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di sejumlah negara kawasan Teluk. Serangan terhadap kapal tanker juga berlangsung setelah operasi gabungan AS dan Arab Saudi menyasar kelompok milisi pro-Iran di Irak, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik regional. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan