ilustrasi

Korsleting Diduga Picu Kebakaran Rumah di Kelayan Selatan

Sempitnya akses jalan dan kemacetan menghambat sejumlah armada pemadam menjangkau kebakaran yang menghanguskan sekitar 50 persen rumah warga di Kelayan Selatan.

BANJARMASIN – Gang sempit dan kemacetan menghambat sebagian besar armada pemadam mencapai lokasi kebakaran di kawasan padat penduduk Rukun Tetangga (RT) 26, Gang Gandapura, Kelurahan Kelayan Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Jumat (31/07/2026) sekitar pukul 22.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, api menghanguskan sekitar 50 persen bangunan rumah warga.

Kebakaran bermula dari salah satu rumah berbahan kayu di tengah permukiman padat. Api dengan cepat membesar dan melalap bagian belakang bangunan sebelum sejumlah anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) berhasil menjangkau titik kejadian.

Sebagian besar unit BPK sempat tertahan dalam kemacetan karena banyaknya kendaraan yang bergerak menuju lokasi, sementara akses masuk berupa gang sempit tidak dapat dilalui seluruh armada. Beberapa unit yang lebih dahulu tiba langsung menyemprotkan air ke sumber api hingga kobaran berhasil dikendalikan.

Setelah api dipadamkan, rumah tersebut terlihat mengalami kerusakan parah. Bagian belakang bangunan hangus, sedangkan atap hanya menyisakan rangka. Aliran listrik di sekitar lokasi juga masih padam sehingga anggota BPK menggunakan lampu senter untuk memeriksa sisa bangunan dan memastikan tidak terdapat titik api.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Pemilik rumah diketahui sedang tidak berada di dalam bangunan ketika kebakaran terjadi.

Riska, pemilik rumah, mengaku mengetahui kebakaran setelah menerima informasi dari warga ketika sedang dalam perjalanan pulang, sebagaimana diberitakan Banjarmasinpost, Sabtu (01/08/2026).

“Kami memang arah bulik sudah, ada info kemudian dari warga kalau rumah kami terbakar,” ujar Riska, pemilik rumah.

Riska memperkirakan sekitar separuh rumahnya telah terbakar. Kerusakan terparah terjadi pada bagian belakang bangunan.

“Ini 50 persen sudah habis, bagian belakang paling parah. Kemungkinan sih korsleting listrik karena sebelumnya kan mati lampu lalu nyala,” tambah Riska.

Dugaan korsleting listrik tersebut masih berupa keterangan awal dari pemilik rumah. Penyebab pasti kebakaran perlu dipastikan melalui pemeriksaan petugas berwenang terhadap kondisi instalasi listrik dan titik awal munculnya api.

Peristiwa ini kembali menunjukkan besarnya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan mudah terbakar dan akses jalan terbatas. Penataan jalur darurat, pemeriksaan instalasi listrik, serta kedisiplinan warga dalam memberikan ruang bagi kendaraan pemadam diperlukan agar penanganan kebakaran berikutnya dapat dilakukan lebih cepat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com