Model AI Qwen buatan Alibaba sempat digunakan pada Federal Register sebelum dihapus, memicu perdebatan tentang keamanan dan ketergantungan teknologi China di lingkungan pemerintah AS.
WASHINGTON DC – Penggunaan model kecerdasan buatan (AI) buatan Alibaba pada situs pemerintah Amerika Serikat (AS) memicu sorotan terhadap tata kelola teknologi di lembaga federal, terutama karena model tersebut berasal dari China yang tengah menjadi rival teknologi Washington. Alat pencari berbasis Qwen itu sempat terpasang di situs Federal Register sebelum dihapus pada Rabu (17/09/2026).
Federal Register merupakan situs yang menyediakan daftar harian usulan regulasi baru dan dikelola oleh Arsip Nasional AS. Fitur pencarian berbasis Qwen tersebut digunakan untuk membantu masyarakat menelusuri komentar publik terkait rancangan aturan federal.
Keberadaan teknologi tersebut diketahui melalui tangkapan layar dan versi arsip kode sumber situs yang ditinjau. Alat pencari itu kemudian dihapus pada Rabu sore setelah informasi mengenai penggunaannya ramai dibicarakan di media sosial, sebagaimana diberitakan Reuters, Jumat, (18/09/2026).
Penggunaan Qwen menjadi perhatian karena model tersebut dikembangkan Alibaba, perusahaan teknologi China. Sorotan terhadap Alibaba juga muncul setelah Biro Investigasi Federal (FBI) menuduh pengembang AI itu menjiplak teknologi milik perusahaan AS, Anthropic.
Pejabat AS sebelumnya menuding perusahaan AI China terlibat dalam praktik penjiplakan teknologi AS dalam skala industri. Tuduhan tersebut turut memperbesar ketegangan teknologi antara Washington dan Beijing menjelang agenda pertemuan pemimpin kedua negara pada pekan berikutnya.
Presiden Information Technology and Innovation Foundation Daniel Castro menilai penggunaan model AI China oleh lembaga pemerintah AS menunjukkan ketidakselarasan dengan persaingan teknologi kedua negara.
“Ini adalah salah satu hal paling tidak masuk akal yang pernah saya lihat,” ujar Castro.
Kritik serupa disampaikan Anggota DPR AS dari Partai Republik asal Michigan yang menjabat Ketua Komite Khusus DPR untuk China, John Moolenaar.
“Tidak ada entitas pemerintah federal yang boleh menggunakan model AI dari China. Melakukan hal itu hanya membuat pemerintah federal semakin bergantung pada model AI China, dan itu tidak demi kepentingan nasional,” tegas Moolenaar.
Namun, penggunaan Qwen pada Federal Register tidak serta-merta dinilai sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional oleh sejumlah pakar. Qwen merupakan model open-weight, sehingga komponen utama sistemnya tersedia untuk publik dan dapat diunduh serta dimodifikasi oleh pengembang pada infrastruktur teknologi informasi milik sendiri.
Profesor Hukum Georgetown University Anupam Chander mengatakan keberadaan Qwen di situs tersebut belum menunjukkan adanya risiko keamanan siber yang mendesak. Menurut dia, konten Federal Register memang bersifat terbuka untuk publik sehingga model tersebut tidak digunakan untuk mengolah data sensitif pemerintah.
Meski demikian, Chander menilai tingkat risiko tetap bergantung pada bagaimana model AI tersebut dilatih. Perdebatan mengenai penggunaan Qwen pun memperlihatkan bahwa persoalan keamanan teknologi pemerintah tidak hanya berkaitan dengan jenis data yang diproses, tetapi juga asal, pengembangan, dan pengelolaan model yang digunakan. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan