Budaya Banua Ditanamkan Sejak Dini Melalui Pemilihan Naga Cilik Kalsel

Pemilihan Nanang Galuh Cilik Kalimantan Selatan 2026 menjadi wadah pembentukan karakter anak sekaligus regenerasi pelestari budaya daerah.

BANJARMASIN – Pemilihan Nanang Galuh (Naga) Cilik Kalimantan Selatan 2026 menjadi wadah pembentukan generasi muda yang mengenal dan menjaga budaya daerah. Sebanyak 40 finalis dari 11 kabupaten/kota mengikuti ajang tingkat provinsi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Banua sejak usia dini.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (2/8/2026), tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman serta Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pada babak final, Muhammad Fatih Anwari dari Kabupaten Banjar berhasil meraih gelar Nanang Cilik Kalsel 2026. Sementara itu, Misha Adeeva Azzahra dari Kabupaten Tabalong dinobatkan sebagai Galuh Cilik Kalsel 2026.

Selain pemenang utama, Raffa Akbar dari Kota Banjarmasin dan Noor Fathiya Hanifa dari Kabupaten Tapin memperoleh posisi kedua kategori Nanang dan Galuh Cilik. Posisi ketiga diraih Genta Pateh dari Kabupaten Tabalong serta Moza Irfa Aisyana Kamila dari Kota Banjarmasin.

Mewakili Gubernur Kalsel, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalsel Dinansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan orang tua yang telah mendukung proses seleksi dari tingkat daerah hingga provinsi.

“Hari ini kita menyaksikan 40 finalis dari 11 kabupaten dan kota yang telah melewati penilaian dan unjuk bakat sejak di daerah masing-masing. Saya berharap tahun depan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dapat mengirimkan wakilnya sehingga ajang ini benar-benar menjadi cerminan budaya Banua secara utuh,” ujarnya sebagaimana diberitakan Diskominfomc, Senin (03/08/2026).

Dinansyah menilai keberadaan ajang tersebut tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga membangun kepercayaan diri anak-anak dalam mengenal identitas budaya daerah.

“Tampillah dengan percaya diri dan gembira. Sebut nama daerah masing-masing dengan bangga, gunakan bahasa Banjar dengan fasih, dan jangan takut keliru. Juri tidak hanya menilai keterampilan penampilan, tetapi juga sikap, kesopanan, dan pengetahuan tentang budaya Banua,” katanya.

Ia juga mengingatkan para peserta untuk menerima hasil penilaian dengan sikap positif serta terus melestarikan budaya melalui lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Kalsel sekaligus Juri Kehormatan Afrizaldi menyebut para pemenang dalam ajang tersebut merupakan bagian dari aset daerah yang diharapkan mampu menjadi penerus pelestarian budaya Banua.

“Kita berharap ajang seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar kekayaan budaya Banua semakin dikenal dan dicintai, khususnya oleh anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.

Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Eddy Suwarto mengatakan, Pemilihan Nanang Galuh Cilik bukan hanya kompetisi penampilan, tetapi menjadi sarana membangun karakter dan kepedulian terhadap budaya lokal.

“Hari ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi Nanang Galuh Cilik. Ini adalah tentang keberanian anak-anak untuk tampil, belajar, mengenal budayanya, dan dengan bangga mengatakan bahwa mereka adalah anak Banua Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Menurut Eddy, kekayaan budaya Kalsel mencakup berbagai unsur, mulai dari adat istiadat, kesenian, bahasa daerah, pakaian adat, permainan tradisional, kuliner, hingga cagar budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

“Budaya tidak akan hidup hanya karena disimpan. Budaya akan tetap hidup ketika generasi mudanya mengenal, mencintai, dan meneruskannya. Karena itu, kehadiran Nanang Galuh Cilik hari ini sangat berarti. Mereka bukan sekadar peserta, tetapi bagian dari masa depan kebudayaan Banua,” pungkasnya.

Melalui ajang tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel berharap para generasi muda yang terlibat mampu menjadi duta budaya yang percaya diri, berkarakter, serta dapat memperkenalkan kekayaan budaya Banua ke tingkat nasional maupun internasional. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com