Sebanyak 48 pelaku UMK mengikuti pelatihan manajemen keuangan untuk memperluas akses pembiayaan formal sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman daring bermasalah.
BONTANG – Sebanyak 48 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Bontang mengikuti pelatihan manajemen keuangan untuk memperkuat tata kelola usaha, memperluas akses pembiayaan formal, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal dan pinjaman daring yang tidak bertanggung jawab, Senin (03/08/2026).
Pelatihan bertajuk Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) Manajemen Keuangan itu berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan Perseroan Terbatas (PT) Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi PKT dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bontang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menilai pengelolaan keuangan yang sehat menjadi salah satu faktor penting agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat bertahan, berkembang, dan memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal secara aman.
Tata kelola keuangan tidak hanya berkaitan dengan pemisahan uang pribadi dan usaha. Pelaku UMKM juga perlu mampu mengatur arus kas, merencanakan investasi, mencatat transaksi, serta membangun rekam jejak keuangan yang sehat.
Penguatan kemampuan tersebut dinilai semakin mendesak karena perkembangan teknologi digital turut memunculkan risiko baru, seperti penawaran investasi ilegal dan pinjaman daring yang tidak bertanggung jawab.
Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris menegaskan pembangunan ekonomi daerah memerlukan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, sebagaimana dilansir Ppid Setda, Senin, (03/08/2026).
“Pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan dunia usaha, perbankan, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Agus.
Menurut Agus, penguatan tata kelola keuangan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan profesionalisme sekaligus membuka peluang memperoleh pembiayaan yang legal dan aman. Pelatihan juga diharapkan mendorong pelaku usaha untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan keuangan.
Kolaborasi antara Pemkot Bontang, PKT, dan BRI diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi kerakyatan yang sehat dan berkelanjutan. Pendampingan tidak hanya dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan dan menghadapi perubahan pola bisnis.
Agus berharap UMKM menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah yang mampu menopang pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam memperkuat posisi Bontang sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Mari kita jadikan UMKM Bontang sebagai kekuatan ekonomi daerah yang mampu menopang pembangunan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi bagian penting dalam mewujudkan Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pesan Agus.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang Eko Arisandi, Kadis Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang Eko Mashudi, Pemimpin Cabang BRI Bontang Ermana S. Irawan, serta Senior Vice President (SVP) Tata Kelola dan Manajemen Risiko PKT Sutrisna.
Ermana berharap sinergi Pemkot Bontang, PKT, dan BRI terus mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan. Sementara itu, Sutrisna mengapresiasi kemitraan yang dibangun untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih profesional, terhindar dari layanan keuangan berisiko, serta meningkatkan daya saing dalam menghadapi perkembangan ekonomi Bontang dan kawasan IKN. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan