Finlandia membatasi tambahan pengiriman rudal pertahanan udara ke Ukraina karena harus mempertahankan kesiapan militernya sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Rusia.
MOSKOW – Kebutuhan menjaga kesiapan pertahanan udara di tengah ketegangan dengan Rusia membuat Finlandia menahan tambahan pengiriman rudal pertahanan udara ke Ukraina. Menteri Pertahanan Finlandia Antti Hakkanen menegaskan negaranya telah memberikan bantuan kepada Ukraina, tetapi tidak ingin dukungan tersebut mengurangi kemampuan pertahanan nasional.
Keputusan itu disampaikan Hakkanen ketika Ukraina terus membutuhkan tambahan rudal pencegat untuk menghadapi serangan Rusia. Finlandia sendiri tidak memiliki sistem rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS), sehingga menurut Hakkanen persoalan kekurangan Patriot Ukraina lebih bergantung pada kapasitas produksi AS dan ketersediaan persenjataan negara-negara Eropa yang memiliki sistem tersebut.
Hakkanen mengatakan Finlandia tetap memiliki kemampuan tertentu dalam pertahanan udara, tetapi tidak membuka rincian mengenai bentuk dukungan yang diberikan kepada Ukraina. “Kami telah melakukan segala upaya yang kami bisa tanpa merugikan kepentingan kami sendiri, namun sebagai negara garis depan, kami tidak bisa membahayakan kesiapan berkelanjutan kami dalam hal pertahanan udara,” ujarnya, sebagaimana diberitakan SindoNews, Senin (10/08/2026).
Finlandia merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Rusia dan menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Karena posisi tersebut, Helsinki menilai kebutuhan mempertahankan kesiapan pertahanan udara menjadi pertimbangan penting dalam menentukan bantuan militer tambahan untuk Ukraina.
Hakkanen juga memperkirakan musim dingin mendatang dapat menjadi periode sulit bagi Ukraina dan NATO. Menurut dia, Rusia berpotensi kembali melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone).
Di sisi lain, kebutuhan Ukraina terhadap rudal pertahanan udara terus meningkat. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyatakan negaranya mengalami kesulitan menghadapi rudal balistik Rusia karena keterbatasan rudal pencegat untuk sistem Patriot.
Hakkanen menilai penyelesaian konflik di Iran juga dapat membantu mengurangi tekanan terhadap persediaan rudal Amerika Serikat. “faktor terbesar yang akan membantu Ukraina saat ini adalah adanya semacam solusi dan berakhirnya perang di Iran,” kata Hakkanen.
Finlandia sebelumnya telah menyetujui sejumlah paket bantuan bagi Ukraina, termasuk aset pertahanan udara. Namun, pemerintah Finlandia merahasiakan rincian bantuan tersebut dengan alasan keamanan operasional.
Keterbatasan bantuan juga terlihat di sejumlah negara NATO lainnya. Rumania, Belanda, dan Polandia yang memiliki sistem Patriot disebut telah mengisyaratkan bahwa kemampuan mereka untuk memberikan bantuan tambahan kepada Kiev semakin terbatas.
Sementara itu, Rusia tetap mengecam pengiriman senjata ke Ukraina. Moskow menilai bantuan persenjataan dari negara-negara lain hanya akan memperpanjang konflik dan memandang keterlibatan tersebut sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam permusuhan. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan