Mojtaba Khamenei mulai menata ulang struktur komando militer Iran dengan menunjuk sejumlah pejabat strategis dan menegaskan penguatan kemampuan pertahanan serta kesiapan menghadapi berbagai ancaman.
TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mulai merombak struktur komando militernya dengan menunjuk sejumlah pejabat baru sekaligus mengarahkan penguatan kemampuan tempur dan pertahanan negara. Langkah tersebut menjadi bagian awal penataan militer Iran di bawah kepemimpinannya yang berlangsung di tengah ketegangan kawasan.
Mojtaba menunjuk Ali Abdollahi sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran. Penunjukan itu diumumkan melalui pernyataan resmi pada Senin (10/8). Abdollahi sebelumnya memimpin Khatam Al Anbiya, komando operasional lintas matra Iran, dan kini juga ditugaskan menyelesaikan proses integrasi angkatan bersenjata dengan komando tersebut.
“Mayor Jenderal Ali Abdollahi telah ditunjuk sebagai kepala staf angkatan bersenjata,” demikian pernyataan tersebut, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa, (11/08/2026).
Pada hari yang sama, Mojtaba menunjuk Ahmad Vahidi sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Vahidi sebelumnya memiliki peran dalam struktur militer Iran dan kini mendapat tanggung jawab memimpin pasukan elite tersebut.
“Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi juga telah ditunjuk sebagai Panglima Korps Garda Revolusi Islam dengan pangkat mayor jenderal,” demikian pernyataan resmi Mojtaba.
Selain dua posisi utama tersebut, sejumlah jabatan strategis militer lainnya turut diisi. Kioumars Heydari ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Mostafa Izadi sebagai Wakil Panglima Tertinggi IRGC, Ali Azmaei sebagai Komandan Angkatan Laut IRGC, dan Hossein Taeb sebagai Kepala Organisasi Basij IRGC.
Penataan tersebut menjadi langkah awal Mojtaba dalam menentukan jajaran pejabat tinggi militer setelah dirinya menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Pergantian kepemimpinan itu terjadi setelah ayahnya tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari.
Dalam dekrit pengangkatan pejabat militer tersebut, Mojtaba juga menetapkan arah kebijakan pertahanan dengan menyerukan “pengembangan kemampuan militer yang berkelanjutan dan komprehensif” untuk mencapai daya jera maksimal serta kesiapan melakukan “operasi ofensif yang dahsyat terhadap musuh.”
Ia juga memerintahkan peningkatan “kemampuan pertahanan dan keamanan yang komprehensif dan mutakhir” dari Angkatan Bersenjata dan Basij. Kebijakan itu mencakup kesiapan menghadapi berbagai tingkatan ancaman, mulai dari ancaman militer konvensional hingga ancaman modern, kognitif, dan hibrida.
Rangkaian penunjukan dan instruksi tersebut menunjukkan fokus awal pemerintahan Mojtaba pada konsolidasi struktur komando sekaligus peningkatan kesiapan pertahanan Iran. Kebijakan tersebut berpotensi menjadi pijakan bagi arah militer Iran di tengah situasi keamanan Timur Tengah yang masih tegang. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan