Latihan Ulchi Freedom Shield tahun ini akan menitikberatkan ancaman drone, gangguan GPS, dan serangan siber setelah Korea Utara memperoleh pengalaman tempur dari keterlibatannya dalam perang Ukraina.
SEOUL – Korea Selatan dan Amerika Serikat akan menggelar latihan militer bersama Ulchi Freedom Shield mulai 17 Agustus 2026 dengan penekanan baru pada ancaman perang modern. Latihan selama 11 hari itu dirancang untuk mengantisipasi perubahan kemampuan militer Korea Utara setelah pasukannya memperoleh pengalaman tempur dalam perang Rusia-Ukraina.
Juru bicara Komando Pasukan Gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan, Ryan Donald, mengatakan latihan tersebut akan berlangsung hingga 27 Agustus. Sekitar 18.000 personel Korea Selatan dan 28.500 personel Amerika Serikat yang berada di Korea Selatan akan terlibat dalam latihan tersebut.
“Mereka telah mengambil pelajaran yang mereka peroleh di sana dan membawanya kembali ke Korea Utara,” kata Ryan, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa (11/08/2026).
Pengalaman Korea Utara di medan perang Ukraina menjadi salah satu pertimbangan dalam skenario latihan tahun ini. Fokus latihan diperluas untuk menghadapi penggunaan pesawat nirawak, gangguan sistem Global Positioning System (GPS), serta serangan siber yang dinilai menjadi bagian penting dari pola peperangan modern.
Korea Utara diketahui mempererat hubungan militernya dengan Rusia sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Menurut para analis, Pyongyang mengirim pasukan dan amunisi untuk mendukung Rusia dengan imbalan bantuan finansial, pangan, energi, serta teknologi militer.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mengatakan “keputusan telah dibuat untuk menempatkan 30.000 hingga 50.000 warga Korea Utara di wilayah Rusia”. Ia menilai keterlibatan tersebut dapat memberikan pengalaman perang yang berpotensi meningkatkan ancaman terhadap negara-negara lain di kawasan Pasifik.
Latihan bersama Seoul dan Washington tetap dilanjutkan meskipun Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengambil pendekatan yang lebih moderat terhadap Pyongyang sejak menjabat pada Juni 2025. Lee telah menawarkan dialog tanpa prasyarat kepada Korea Utara, tetapi tawaran tersebut belum mendapat tanggapan dari pemerintah Pyongyang.
Di sisi lain, Korea Utara mengecam latihan Ulchi Freedom Shield sebagai gladi bersih untuk invasi. Sikap tersebut menunjukkan latihan militer tahunan itu masih menjadi salah satu sumber ketegangan dalam hubungan kedua Korea.
Dengan memasukkan skenario perang nirawak, gangguan GPS, dan serangan siber, latihan tahun ini mencerminkan upaya Seoul dan Washington menyesuaikan pertahanan dengan karakter konflik yang berkembang. Penyesuaian tersebut sekaligus menjadi respons terhadap kekhawatiran bahwa pengalaman tempur Korea Utara di Ukraina dapat memengaruhi kemampuan militernya di Semenanjung Korea. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan