Penyebab kebakaran yang menewaskan dua balita berusia sekitar 2 dan 4 tahun di Jalan Mendawai I, Palangka Raya, masih diselidiki setelah api menghanguskan sejumlah bangunan.
PALANGKA RAYA – Penyebab kebakaran yang menewaskan dua balita berusia sekitar 2 dan 4 tahun di Jalan Mendawai I, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), masih belum diketahui. Pemerintah kelurahan dan pihak terkait hingga kini masih melakukan pendataan serta menunggu hasil penyelidikan untuk mengungkap kronologi peristiwa tersebut.
Kebakaran terjadi pada Selasa (11/08/2026) sekitar pukul 13.50 Waktu Indonesia Barat (WIB) dan menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan tersebut.
Lurah Palangka Dawid mengatakan pihaknya menerima informasi mengenai kebakaran itu sekitar pukul 13.50 WIB. Ia kemudian turut membantu proses evakuasi korban di lokasi kejadian.
“Benar, kami menerima informasi peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.50 WIB dan menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan tersebut,” kata Dawid usai membantu proses evakuasi korban.
Dua balita yang menjadi korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (11/08/2026).
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Selain memastikan kondisi lokasi aman, pemerintah kelurahan juga melakukan pendataan terhadap dampak kebakaran. Namun, kronologi dan penyebab pasti munculnya api belum dapat dipastikan.
“Untuk kronologisnya kami belum mengetahui secara pasti karena masih dilakukan pendataan di lapangan,” ujarnya.
Dawid mengatakan informasi lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut akan disampaikan setelah proses pendataan dan penyelidikan pihak terkait selesai.
“Nanti akan kami sampaikan lagi setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Hasil penyelidikan diharapkan dapat mengungkap sumber api sekaligus menjelaskan rangkaian peristiwa yang menyebabkan dua balita meninggal dunia. Pendataan juga masih diperlukan untuk memastikan jumlah bangunan terdampak serta kerugian akibat kebakaran tersebut. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan