Kalsel Bergerak: Anak, Desa, Pramuka hingga Penanganan Karhutla

Lima agenda di sejumlah wilayah Kalsel mencakup perlindungan anak, pengabdian mahasiswa, kegiatan pramuka inklusif, pembagian bendera, hingga penanganan karhutla.

BANJARMASIN – Beragam agenda masyarakat dan pemerintahan mewarnai pemberitaan Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Selasa (11/8), mulai dari pemenuhan hak anak, pengabdian mahasiswa di desa, partisipasi pemuda berkebutuhan khusus, penguatan semangat kemerdekaan, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan beragam aktivitas daerah yang berlangsung bersamaan di sejumlah wilayah Kalsel. Isunya tidak hanya berkaitan dengan pemerintahan, tetapi juga pendidikan, pemberdayaan masyarakat, kebangsaan, serta penanganan lingkungan.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian ialah puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang digelar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Pemkab HSS). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda daerah yang berkaitan dengan perhatian terhadap anak.

Di bidang pendidikan dan pemberdayaan desa, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menugaskan 346 mahasiswa untuk menjalankan program pengabdian di 53 desa di Hulu Sungai Utara (HSU). Penugasan tersebut menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat desa.

Dari bidang kepemudaan, kontingen Tapin membawa pramuka berkebutuhan khusus untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII. Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu gambaran keterlibatan kelompok berkebutuhan khusus dalam kegiatan kepanduan berskala nasional.

Semangat menyambut peringatan kemerdekaan juga terlihat di Kota Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin (Pemkot Banjarmasin) membagikan ribuan bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI).

Sementara itu, aspek penanganan lingkungan dan keselamatan masyarakat turut menjadi perhatian di HSU. Bupati HSU memimpin langsung pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan perbatasan sebagai bagian dari upaya menangani ancaman karhutla.

Kelima agenda tersebut sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (12/8/2026), menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang mendapat perhatian dalam pemberitaan Kalsel pada hari sebelumnya.

Keragaman isu itu memperlihatkan bahwa aktivitas daerah Kalsel pada satu hari tidak hanya berpusat pada satu sektor. Agenda perlindungan anak, pengabdian di desa, inklusivitas, semangat kebangsaan, serta penanganan karhutla berlangsung sebagai bagian dari dinamika masyarakat dan pemerintahan daerah. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com