Produk Lokal Kaltara Didorong Tembus Pasar Nasional Lewat Digital

Pemprov Kaltara mendorong pelaku UMKM membangun merek, memperkuat konten, dan aktif menjangkau konsumen melalui ruang digital agar produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.

BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak lagi sekadar menunggu konsumen datang, tetapi aktif menjangkau pasar melalui ruang digital. Strategi tersebut dinilai penting agar produk lokal Kaltara mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional maupun internasional.

Dorongan itu disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Kaltara Muhammad Rosyit saat mewakili Gubernur Kaltara membuka Pelatihan Konten dan Pemasaran Digital bagi Pelaku UMKM Kaltara di Aula Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, Rabu (12/08/2026).

Rosyit menilai perubahan perilaku konsumen membuat persaingan usaha tidak lagi terbatas pada pasar konvensional. Pelaku UMKM harus mampu memperkenalkan produk melalui kanal digital, sekaligus membangun identitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Rabu, (12/08/2026), Rosyit mengatakan kemampuan pemasaran harus berkembang seiring perubahan pola konsumsi masyarakat.

“Persaingan sekarang tidak hanya terjadi di pasar sekitar kita, tetapi juga di ruang digital. Jadi, produk yang bagus harus dibarengi kemampuan memperkenalkannya kepada konsumen yang lebih luas,” ujarnya.

Kaltara, menurut Rosyit, memiliki beragam produk potensial dari sektor kuliner, pertanian, perkebunan, perikanan hingga kerajinan khas daerah. Namun, kualitas produk perlu didukung kemampuan pengemasan, promosi, serta strategi komunikasi yang mampu menarik perhatian calon pembeli.

Melalui pelatihan tersebut, pelaku UMKM diarahkan tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga membangun merek, mengangkat keunggulan dan cerita di balik produk, serta menghasilkan konten yang menarik dan memiliki nilai ekonomi.

“Jangan hanya menunggu konsumen datang. Jemput konsumen melalui ruang digital dan bangun kepercayaan melalui konten yang dibuat,” tegasnya.

Pemprov Kaltara juga mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltara yang menginisiasi kegiatan pemberdayaan tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga zakat, komunitas, dan praktisi digital dinilai menjadi salah satu kunci membangun ekosistem UMKM yang lebih mandiri dan kompetitif.

Rosyit berharap peserta tidak berhenti pada penguasaan materi secara teori. Para pelaku usaha didorong segera menerapkan pengetahuan yang diperoleh, konsisten menghasilkan konten, serta memperluas jejaring dengan sesama pelaku UMKM.

Penguatan keterampilan pemasaran digital diharapkan tidak hanya meningkatkan jangkauan penjualan, tetapi juga mendorong UMKM Kaltara naik kelas, semakin adaptif terhadap perubahan pasar, dan mampu mengubah potensi produk lokal menjadi peluang ekonomi yang lebih besar. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com