Trump Mau Pangkas Latihan Militer AS-Korsel

Donald Trump menyatakan ingin mengurangi latihan militer bersama Korea Selatan sambil menegaskan hubungan baiknya dengan Kim Jong Un.

WASHINGTON, D.C. – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan ingin mengurangi latihan militer bersama Korea Selatan di tengah klaimnya bahwa Korea Utara memiliki 57 senjata nuklir. Langkah tersebut dikaitkan Trump dengan upayanya menjaga hubungan baik dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sekaligus mengurangi ketegangan di kawasan.

Trump menyampaikan pandangan tersebut dalam sebuah acara di Gedung Putih, Rabu (19/8). Ia mengaku tidak menyukai keterlibatan AS dalam latihan militer bersama Korea Selatan yang menurutnya membutuhkan biaya besar dan berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Korea Utara.

“Fakta bahwa saya akur dengannya, itu hal yang baik, bukan hal yang buruk. Dia memiliki 57 senjata nuklir yang sangat kuat,” kata Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis, (20/08/2026).

Trump mengatakan dirinya tidak menyetujui kepemilikan senjata nuklir oleh Korea Utara. Ia menilai kondisi tersebut seharusnya tidak pernah terjadi.

“Seharusnya hal itu tidak pernah dibiarkan terjadi. Mereka seharusnya tidak pernah mengizinkannya,” ujar Trump.

Meski demikian, Trump kembali menekankan kedekatannya dengan Kim. Pernyataan tersebut disampaikan beberapa hari setelah ia memuji hubungan baiknya dengan pemimpin Korea Utara dan menyatakan keinginan untuk bertemu.

“Saya sangat akur dengannya,” tambahnya.

Sikap Trump terhadap latihan militer AS-Korea Selatan juga telah disampaikan melalui unggahan di Truth Social pada Minggu (16/8). Ia mengatakan telah memerintahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk “secara substansial mengurangi” latihan militer kedua negara.

“Saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat, sejak lama, telah setuju untuk berpartisipasi,” kata Trump.

Trump juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan sikap Korea Selatan yang disebutnya menolak membantu operasi militer AS di Iran. Ia sekaligus menghubungkan keputusan itu dengan hubungan baiknya bersama Kim.

“Meskipun agak tidak terkait (?), baru-baru ini saya bertanya kepada Presiden Korea Selatan apakah mereka ingin bergabung dengan kami dalam denuklirisasi Republik Islam Iran, dan mereka menjawab, ‘Tidak, terima kasih!'” tulis Trump dalam postingan itu.

Menurut Trump, latihan militer AS-Korea Selatan bukan hanya membutuhkan biaya besar, tetapi juga dapat meningkatkan ketegangan dengan Korea Utara. Latihan tersebut selama ini digelar pada musim semi dan musim panas sebagai bagian dari kegiatan pertahanan untuk memperkuat aliansi kedua negara serta meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman regional.

“Latihan-latihan ini tidak hanya mahal, sebagian besar biayanya ditanggung oleh Amerika Serikat (seperti biasa!), tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan kepada sebuah negara yang, selama Donald Trump menjabat sebagai presiden, telah bersikap tidak mengancam dan penuh hormat,” tulis Trump.

Pernyataan mengenai jumlah persenjataan nuklir Korea Utara disampaikan Trump sebagai bagian dari penjelasannya mengenai hubungan dengan Kim. Sementara itu, rencana pengurangan latihan militer menunjukkan pendekatan Trump yang mengutamakan pengurangan ketegangan sekaligus mempertahankan komunikasi dengan Pyongyang. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com