Tren aura farming berkembang di sejumlah negara Amerika Latin dengan menjadikan ruang publik sebagai arena adu gaya yang kemudian dipopulerkan melalui media sosial.
JAKARTA – Ruang publik di sejumlah negara Amerika Latin kini menjadi panggung bagi tren aura farming, ketika anak muda mengubah pertemuan santai menjadi kompetisi untuk menunjukkan gaya, gerakan, dan daya tarik di hadapan penonton.
Fenomena tersebut berkembang di Meksiko, Argentina, Brasil, dan Kosta Rika. Dua peserta biasanya tampil berhadapan di tengah kerumunan dengan melakukan tarian singkat, gerakan berirama, atau pose yang dianggap mampu menampilkan “aura” paling kuat.
Alih-alih menggunakan sistem pertandingan seperti olahraga pada umumnya, kompetisi ini berlangsung tanpa aturan baku, juri, maupun kriteria penilaian yang jelas. Respons penonton menjadi ukuran tidak resmi untuk menentukan penampilan yang paling menarik.
Daya tarik lain terletak pada aspek media sosial. Rekaman aura farming yang berlangsung di ruang publik kemudian diunggah ke TikTok dan Instagram dan dapat ditonton hingga ratusan ribu kali.
Profesor humaniora Universitas Texas di Austin, Frederick Luis Aldama, menilai tren tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi anak muda di Amerika Latin. Menurutnya, budaya berkumpul di ruang publik telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.
“Apa yang saya perhatikan benar-benar bertentangan dengan apa yang selama ini saya pikirkan sebagai penentu pemenang, yaitu seseorang yang melakukan gerakan dengan intensitas tinggi,” kata Aldama, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis (27/08/2026).
Aldama mengatakan aura farming tidak semata-mata menjadi ajang menunjukkan kemampuan individu. Fenomena tersebut juga menjadi ruang bagi anak muda untuk bertemu, bermain, dan membangun interaksi sosial.
“Ini jelas bersifat kolektif, publik, dan antarindividu, dan karena di Amerika Latin, kita memiliki sejarah panjang tentang plaza, halaman, dan berkumpul di taman,” jelas Aldama.
Aldama bahkan mengaku pernah menyaksikan kompetisi tersebut secara langsung di Parque México, Kota Meksiko. Pengalamannya menunjukkan bahwa penampilan dengan gerakan paling intens belum tentu menjadi daya tarik utama bagi penonton.
Kemunculan aura farming memperlihatkan bagaimana tren digital dapat berpindah dari layar media sosial ke ruang publik. Kompetisi yang tidak memiliki aturan formal itu justru berkembang melalui interaksi langsung, kemudian kembali dipopulerkan melalui unggahan digital. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan