Donald Trump membantah kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow berkaitan dengan peringatan terhadap Rusia dan menyebut misinya berfokus pada upaya mengakhiri perang Ukraina.
JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah dugaan bahwa kunjungan Direktur Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) John Ratcliffe ke Moskow, Rusia, berkaitan dengan peringatan kepada Kremlin mengenai potensi serangan terhadap negara anggota Organisasi Pakta Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO).
Trump menyebut perjalanan Ratcliffe ke Rusia sebagai kunjungan yang bersifat rutin. Ia juga mengatakan kepala CIA tersebut berada di Moskow dengan misi yang berkaitan dengan upaya mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Pernyataan Trump disampaikan pada Rabu (26/8/2026) setelah laporan mengenai perjalanan Ratcliffe ke Moskow pada Senin (24/8) malam menjadi perhatian publik. Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis (27/8/2026), laporan tersebut sebelumnya menyebut kunjungan Ratcliffe diduga membawa agenda khusus.
Wall Street Journal (WSJ) melaporkan Ratcliffe datang ke Rusia untuk menyampaikan peringatan kepada Kremlin agar tidak menyerang anggota NATO. Dugaan tersebut muncul di tengah penilaian intelijen AS mengenai kemungkinan Rusia menguji ketahanan aliansi pertahanan tersebut.
Dalam penilaian itu, Rusia disebut berpotensi melakukan serangan terbatas terhadap salah satu anggota NATO. Bentuknya dapat berupa serangan siber ataupun operasi militer dalam skala kecil.
Namun, Trump menolak dugaan tersebut dan menegaskan bahwa agenda Ratcliffe tidak seperti yang diberitakan.
“Dia ada di sana untuk semacam rutinitas biasa,” kata Trump kepada Glenn Beck dalam wawancara telepon di program radionya.
“John Ratcliffe adalah orang yang fantastis. Dia kepala CIA, dan dia tidak berada di sana untuk hal-hal yang Anda katakan,” ucap Trump.
Trump menyatakan kunjungan tersebut berkaitan dengan upaya untuk mengakhiri perang Ukraina. Ia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai bentuk pembicaraan yang dilakukan Ratcliffe selama berada di Moskow.
Kunjungan Ratcliffe berlangsung ketika hubungan AS-Rusia masih diwarnai ketegangan akibat perang Ukraina. Di sisi lain, Washington terus mendorong penyelesaian konflik tersebut melalui jalur diplomatik.
Perbedaan antara laporan mengenai tujuan kunjungan Ratcliffe dan penjelasan Trump membuat agenda perjalanan pejabat intelijen AS itu menjadi sorotan. Hingga saat ini, tidak terdapat rincian lebih lanjut mengenai pembicaraan Ratcliffe di Moskow yang dapat mengonfirmasi seluruh tujuan kunjungannya. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan