Chandika Shrestha ditemukan hidup setelah 10 hari bertahan di lantai atas rumah yang tertimbun lumpur, dua hari setelah keluarganya menggelar kremasi simbolis karena mengira ia telah meninggal.
KATHMANDU – Seorang perempuan bernama Chandika Shrestha ditemukan hidup setelah 10 hari terperangkap di rumahnya yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang di Nepal, Sabtu (5/9/2026). Penemuan itu mengejutkan keluarganya karena dua hari sebelumnya mereka telah menggelar upacara pemakaman dan kremasi simbolis setelah meyakini Chandika dan suaminya, Ananda Lal Shrestha, hilang terseret bencana.
Chandika bertahan di lantai atas rumah tiga lantai miliknya yang tertimbun lumpur hingga hanya menyisakan sebagian atap. Bangunan tersebut dilaporkan terseret arus sekitar 200 meter ke hilir dan berada di tepi aliran sungai yang rusak akibat banjir, sebagaimana dilansir Kompas, Minggu, (06/09/2026).
Keberadaan Chandika terungkap setelah warga mendengar suara tangisan dan dentangan piring dari dalam reruntuhan. Suara itu semula dianggap sebagai sesuatu yang berkaitan dengan fenomena mistis sebelum tim penyelamat memastikan ada seseorang yang masih hidup di dalam bangunan.
Petugas kemudian membongkar reruntuhan untuk menjangkau Chandika. Setelah berhasil dievakuasi, perempuan tersebut diterbangkan menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Kathmandu untuk mendapatkan penanganan medis.
Keponakan Chandika, Surendra Lal Shrestha, bersama saudara laki-laki korban, Shailendra Kumar Shrestha, mengaku tidak mampu menyembunyikan kebahagiaan setelah mengetahui perempuan yang sebelumnya mereka anggap telah meninggal ternyata masih hidup.
“Kami tidak punya kata-kata untuk menggambarkan apa artinya ini, betapa bahagianya kami,” kata Surendra, dikutip dari New York Times.
Ia juga menyinggung dugaan warga mengenai suara dari reruntuhan yang sebelumnya dianggap berkaitan dengan hal mistis.
“Secara umum, tempat ini tidak banyak dihuni hantu, tapi mungkin ada perubahan sejak minggu ini, saya tidak tahu,” sambungnya.
Menurut Surendra, Chandika berada di rumah ketika banjir menerjang kawasan tersebut. Saat gelombang air dan lumpur datang, Ananda keluar ke jalan untuk memperingatkan warga agar segera menyelamatkan diri.
“Ibu berhasil naik ke lantai atas rumah, tetapi suaminya tidak punya cukup waktu dan masih hilang,” jelas dia.
Hingga Chandika ditemukan selamat, keberadaan Ananda masih belum diketahui. Sebelum penyelamatan itu, keluarga telah meyakini pasangan tersebut hanyut dan tidak mungkin ditemukan sehingga menggelar prosesi kremasi secara simbolis.
Penyelamatan Chandika bukan satu-satunya keberhasilan tim penyelamat pada hari yang sama. Tentara Nepal mengonfirmasi seorang pekerja asal China juga berhasil dikeluarkan dalam keadaan hidup dari terowongan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Trishuli-1.
Pekerja tersebut terjebak di dalam terowongan sepanjang sekitar 225 meter sebelum akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat gabungan. Dua penyelamatan itu menjadi perhatian karena korban mampu bertahan jauh lebih lama dari periode awal 72 jam yang kerap dianggap sebagai fase paling kritis dalam pencarian korban bencana.
Keberhasilan menemukan Chandika setelah keluarga menganggapnya meninggal sekaligus menunjukkan pentingnya melanjutkan pencarian di lokasi bencana selama masih terdapat petunjuk keberadaan korban. Sementara itu, pencarian terhadap Ananda dan korban lain yang masih hilang menjadi bagian dari upaya penanganan lanjutan pascabanjir di Nepal. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan