Penerbangan American Airlines dari Dallas menuju New York terpaksa dialihkan ke Baltimore setelah seorang penumpang mengamuk, melakukan kekerasan, dan mengganggu ketertiban di dalam pesawat.
NEW YORK – Penerbangan American Airlines 618 dari Dallas menuju New York-Newark terpaksa dialihkan ke Baltimore setelah seorang penumpang diduga mengamuk, melakukan kekerasan terhadap penumpang lain, serta melontarkan hinaan bernada rasial dan anti-gay. Penumpang tersebut kemudian diturunkan dari pesawat oleh petugas penegak hukum dan ditangkap untuk menjalani proses hukum.
Insiden terjadi sekitar pukul 22.15 waktu setempat pada Kamis ketika penumpang pria tersebut tiba-tiba terlibat keributan dengan orang yang duduk di sebelahnya. Situasi kemudian memburuk setelah ia melakukan tindakan fisik dan merusak komputer milik penumpang yang menjadi sasaran amukannya.
Seorang pramugara dan sejumlah penumpang berupaya menghentikan tindakan tersebut. Ketika pramugara berkulit hitam mencoba meredakan keributan, pria itu disebut melontarkan cacian rasial terhadap orang kulit hitam serta hinaan anti-gay, sebagaimana diberitakan Sindo News, Minggu, (06/09/2026).
Seorang penumpang perempuan juga berusaha membantu korban, tetapi justru didorong oleh pria tersebut. Tiga penumpang pria lainnya kemudian ikut turun tangan hingga berhasil mengendalikan pelaku dengan menggunakan lakban dan zip tie.
Pihak American Airlines menyatakan penerbangan akhirnya dialihkan ke Baltimore akibat adanya penumpang yang mengganggu ketertiban.
“Karena adanya penumpang yang mengganggu ketertiban,” katanya.
“Setelah pesawat mendarat, petugas penegak hukum mendatangi pesawat dan membantu menurunkan penumpang tersebut sebelum penerbangan melanjutkan perjalanan ke tujuan,” lanjut pihak maskapai.
Setelah pesawat mendarat di Baltimore, petugas penegak hukum membawa penumpang tersebut keluar dari pesawat. Penerbangan kemudian melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhirnya setelah situasi dinyatakan terkendali.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengonfirmasi insiden tersebut tengah diselidiki. FAA mencatat lebih dari 1.160 insiden penumpang yang melakukan tindakan mengganggu ketertiban sepanjang 2026.
Penanganan kasus kemudian berlanjut ke ranah hukum. Seorang juru bicara Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan pria tersebut ditangkap Polisi Transportasi Maryland dan diproses atas dugaan pelanggaran hukum negara bagian Maryland.
FBI juga bekerja sama dengan Kantor Jaksa AS untuk Distrik Maryland (USAMD) untuk menentukan kemungkinan penerapan dakwaan berdasarkan hukum federal.
“FBI saat ini melakukan pemeriksaan untuk mengumpulkan fakta dan akan berkonsultasi dengan Kantor Jaksa AS untuk Distrik Maryland guna menentukan apakah dakwaan federal akan diajukan,” kata FBI.
Sementara itu, USAMD menolak memberikan komentar. Polisi Transportasi Maryland juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari para jurnalis.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena gangguan di dalam pesawat tidak hanya berdampak terhadap penumpang dan awak, tetapi juga dapat memaksa maskapai mengubah rute penerbangan serta melibatkan aparat penegak hukum. Penyelidikan FAA dan proses hukum terhadap penumpang tersebut akan menentukan tindak lanjut atas insiden yang terjadi selama penerbangan tersebut. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan