BPBD Kobar memperkuat deteksi dini melalui pemantauan udara di ruas Pangkalan Bun–Kolam agar indikasi asap dan titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi karhutla lebih luas.
KOTAWARINGIN BARAT – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas menjadi perhatian tim penanganan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Deteksi dini diperkuat melalui pemantauan udara untuk memastikan setiap kemunculan asap atau indikasi titik api dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi kebakaran lebih besar.
Salah satu pemantauan dilakukan di kawasan kilometer 18–19 ruas Pangkalan Bun–Kolam pada Minggu (06/09/2026) pukul 18.55 Waktu Indonesia Barat (WIB). Tim menggunakan pesawat nirawak (drone) untuk memperoleh gambaran kondisi lahan dari udara, terutama pada area yang sulit dijangkau petugas secara langsung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar menjadikan hasil pemantauan tersebut sebagai salah satu dasar untuk menentukan langkah penanganan apabila ditemukan asap maupun indikasi titik api.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kobar Pahrul Laji mengatakan, pemanfaatan teknologi pemantauan udara membantu petugas mengetahui perkembangan kondisi karhutla secara lebih cepat.
“Pemantauan drone di KM 18–19 Pangkalan Bun–Kolam kami lakukan untuk memastikan kondisi di lapangan dan mendeteksi secara dini apabila masih terdapat indikasi titik api atau asap. Hasil pantauan ini menjadi bahan bagi tim untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” ujar Pahrul Laji, sebagaimana diberitakan Mmc Kobar, Minggu (06/09/2026).
Menurut Pahrul, pemantauan secara berkala menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini karhutla. Informasi mengenai kemunculan api atau asap diperlukan agar petugas dapat bergerak lebih cepat dan mencegah kebakaran menjalar ke wilayah yang lebih luas.
Selain mengandalkan pemantauan udara, BPBD Kobar bersama unsur terkait terus meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lahan yang mudah terbakar. Upaya pencegahan dinilai penting karena kemunculan api dalam skala kecil dapat berkembang apabila tidak segera diketahui dan ditangani.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap maupun titik api di lingkungan sekitar.
Pemantauan udara di ruas Pangkalan Bun–Kolam menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi perkembangan karhutla di Kobar. Deteksi dan pelaporan sejak dini diharapkan dapat mempercepat respons petugas sekaligus menekan risiko kebakaran yang dapat berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan