Lima isu di Kalsel mencakup pendataan penerima bansos, keselamatan jalan, kesiapan fasilitas rumah sakit, penguatan PHBS, serta kajian geologi untuk memahami potensi intan Kalimantan.
TABALONG – Beragam persoalan yang menyentuh kebutuhan masyarakat menjadi perhatian di Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai dari pendataan calon penerima bantuan sosial, keselamatan pengguna jalan, kesiapan fasilitas rumah sakit, penguatan perilaku hidup bersih dan sehat, hingga pengembangan pengetahuan geologi melalui kajian potensi intan Kalimantan.
Lima isu tersebut menjadi bagian dari pemberitaan di Kalsel pada Senin (07/09/2026). Rangkaian informasi itu memperlihatkan perhatian pemerintah dan lembaga pendidikan terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus pengembangan potensi daerah, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (08/09/2026).
Di Banjarmasin, pemerintah mencatat sebanyak 53 ribu kepala keluarga (KK) masuk dalam kriteria penerima bantuan sosial (bansos). Data tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan bantuan pemerintah diberikan kepada keluarga yang memenuhi persyaratan.
Persoalan keselamatan transportasi juga mendapat perhatian melalui pemasangan 25 penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Trans Kalimantan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel. Penambahan penerangan ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan masyarakat yang melintas di jalur tersebut.
Sementara itu, pengoperasian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelua masih menghadapi kendala fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diselesaikan sebelum pelayanan rumah sakit dapat berjalan secara optimal.
Dari sisi kesehatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Pemkab HSU) menegaskan komitmen menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai budaya di tengah masyarakat. Penguatan kebiasaan tersebut diarahkan untuk mendukung pencegahan masalah kesehatan melalui perubahan perilaku sehari-hari.
Perhatian terhadap pengembangan pengetahuan daerah turut ditunjukkan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui kuliah tamu yang menghadirkan pakar dari Jerman. Kegiatan tersebut membahas eksplorasi geologi intan Kalimantan dan menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai potensi serta karakteristik geologi kawasan.
Kelima isu tersebut mencakup kebutuhan yang berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan pengembangan daerah. Mulai dari ketepatan penyaluran bansos, keamanan perjalanan, kesiapan infrastruktur kesehatan, pembentukan perilaku hidup sehat, hingga pemanfaatan pengetahuan geologi diharapkan dapat memperkuat kualitas pelayanan dan pembangunan di Kalsel. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan