Reniyanti Hoegeng Meninggal, Pemakaman di Giri Tama

Reniyanti Hoegeng meninggal dunia pada usia 78 tahun di Eka Hospital dan akan dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Tonjong, setelah disemayamkan di rumah duka di Depok.

JAWA BARAT – Putri sulung mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Hoegeng Iman Santoso, Reniyanti Hoegeng, akan dimakamkan di Pemakaman Giri Tama, Tonjong, setelah meninggal dunia pada Selasa (8/9) dalam usia 78 tahun.

Reniyanti mengembuskan napas terakhir pada pukul 00.44 WIB di Rumah Sakit Eka Hospital. Setelah proses pemulasaraan, jenazah disemayamkan terlebih dahulu di rumah duka di Pesona Khayangan, Depok, sebelum diberangkatkan menuju lokasi pemakaman setelah salat zuhur.

Kabar wafatnya Reniyanti menjadi perhatian karena ia merupakan putri sulung Hoegeng, sosok yang dikenal luas dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia dan dikenang karena integritasnya semasa menjabat sebagai Kapolri.

Rencana pemakaman Reniyanti di Pemakaman Giri Tama, Tonjong, menjadi rangkaian terakhir sebelum jenazah dikebumikan. Keluarga dijadwalkan memberangkatkan jenazah dari rumah duka selepas zuhur.

Informasi mengenai wafatnya Reniyanti pertama kali dikabarkan pada Selasa pagi. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Detik, Reniyanti meninggal pada usia 78 tahun setelah menjalani perawatan di Eka Hospital, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Selasa, (08/09/2026).

Reniyanti merupakan bagian dari keluarga Hoegeng yang selama ini turut menjadi perhatian publik seiring kuatnya warisan nama Hoegeng dalam sejarah kepolisian Indonesia. Nama Hoegeng juga masih kerap dikaitkan dengan nilai integritas dan keteladanan dalam kehidupan institusi kepolisian.

Dengan rencana pemakaman di Giri Tama, keluarga kini mempersiapkan prosesi penghormatan terakhir bagi Reniyanti sebelum dimakamkan. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com