Disdikbud Kutim telah menyiapkan 36 sekolah dan meningkatkan kompetensi guru, tetapi peluncuran KSRG masih menunggu terpenuhinya persyaratan minimal 60 Chromebook pada setiap sekolah.
KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah menyiapkan 36 sekolah sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG). Namun, peluncuran program tersebut masih tertunda karena setiap sekolah belum memenuhi persyaratan minimal 60 unit Chromebook.
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, mengatakan seluruh sekolah yang dipersiapkan sebagai KSRG pada dasarnya telah siap secara teknis. Peluncuran tinggal menunggu terpenuhinya persyaratan perangkat pendukung.
“Kita sudah programkan KSRG, Kandidat Sekolah Rujukan Google. Itu sudah kita siapkan 36 sekolah, sudah siap semua, tinggal di-launching,” kata Mulyono di ruang kerjanya, Kamis (10/09/2026).
Menurut Mulyono, kendala utama saat ini adalah pemenuhan sedikitnya 60 unit Chromebook untuk setiap sekolah calon KSRG. Ia menyebut pengadaan perangkat tersebut masih tersendat akibat persoalan di tingkat pusat.
“Satu syarat yang belum kita penuhi, yaitu pemenuhan satu sekolah minimal 60 Chromebook. Sementara Chromebook ini di pusat masih ada masalah, jadi pengadaannya masih agak tersendat,” ujarnya.
Meski peluncuran belum dapat dilakukan, Disdikbud Kutim tetap melanjutkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), terutama tenaga pendidik di sekolah calon KSRG. Para guru telah mengikuti bimbingan teknis (bimtek), peningkatan kompetensi penggunaan teknologi Google, serta penguasaan akun pembelajaran.
“Guru-guru sudah kita bimtek, sudah kita level zero, level satu, akun belajar semua sudah punya semua. Bahkan kita pun sudah punya beberapa tutor level nasional untuk Google begitu,” tambahnya.
Untuk mempercepat pemenuhan perangkat Chromebook, Disdikbud Kutim juga menjajaki dukungan pihak ketiga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Kita juga mencoba upaya pihak ketiga, CSR, untuk Chromebook. Kalau ini semua sukses, segera kita launching. Kita sudah siap 36 sekolah yang bisa kita launching sebagai KSRG,” katanya.
Mulyono berharap persoalan pengadaan Chromebook segera teratasi sehingga 36 sekolah yang telah dipersiapkan dapat diluncurkan sebagai KSRG. Realisasi program tersebut diharapkan semakin memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran di sekolah-sekolah Kutim. [] (ADV)
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan