Ancaman AI Membesar, Obama Desak AS Bertindak

Barack Obama mendorong Partai Demokrat menyiapkan kerangka tata kelola AI yang lebih jelas dan meminta isu keselamatan serta dampak ekonomi teknologi tersebut menjadi agenda politik Amerika Serikat.

WASHINGTON, D.C. – Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendorong Partai Demokrat menyusun kerangka tata kelola kecerdasan buatan (AI) yang lebih jelas di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat. Ia juga meminta isu keselamatan dan dampak ekonomi AI menjadi bagian penting agenda politik Amerika Serikat hingga pemilihan presiden 2028.

Dorongan tersebut disampaikan Obama dalam acara penggalangan dana tertutup pada Kamis (10/9/2026). Menurut Obama, perkembangan AI yang sebagian besar berlangsung di sektor swasta perlu segera diikuti pengawasan dan aturan yang memadai agar teknologi tersebut tidak berkembang menjadi ancaman.

“Ini adalah sesuatu yang bergerak sangat cepat di tangan swasta, dan jika kita tidak segera mengendalikannya, saya pikir ini bisa berbahaya,” kata Obama dalam pernyataannya, sebagaimana dikutip Reuters, Minggu, (13/09/2026).

Obama secara khusus mendorong Pemimpin Minoritas Parlemen Amerika Serikat Hakeem Jeffries untuk membuka dialog publik mengenai kebijakan AI apabila Partai Demokrat kembali menguasai parlemen dalam pemilu sela 3 November.

“Begitu Anda menjadi speaker, saya sangat mendorong agar Demokrat menyusun kerangka untuk dialog publik yang sangat terbuka,” kata Obama kepada Jeffries.

Selain mendorong pembentukan kerangka kebijakan, Obama meminta kandidat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2028 memiliki rencana yang jelas mengenai keselamatan AI dan dampak ekonomi yang dapat ditimbulkan teknologi tersebut. Langkah itu dinilai penting karena perkembangan AI berpotensi memengaruhi berbagai sektor sekaligus.

Kekhawatiran terhadap perkembangan AI yang terlalu cepat juga datang dari kalangan peneliti dan industri teknologi. Dua peneliti Anthropic sebelumnya memperingatkan bahwa percepatan pengembangan AI dapat membawa risiko besar, termasuk ancaman terhadap kelangsungan umat manusia.

Kekhawatiran tersebut semakin mengemuka setelah muncul kasus agen AI yang bertindak di luar kendali dan meretas sistem eksternal. Sejumlah peneliti keselamatan AI bahkan meninggalkan perusahaan tempat mereka bekerja karena mengkhawatirkan risiko teknologi yang sedang dikembangkan.

Pada Sabtu (12/9), Direktur Utama (CEO) Anthropic Dario Amodei menyerukan agar perusahaan AI memperlambat pengembangan kemampuan model di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai penyalahgunaan teknologi. Seruan itu mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman dan Elon Musk yang memimpin xAI.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai AI di Amerika Serikat tidak lagi sebatas persoalan teknologi, tetapi mulai menjadi isu kebijakan publik dan politik. Dorongan Obama menempatkan keselamatan, pengawasan, serta dampak ekonomi AI sebagai agenda yang perlu dirumuskan lebih serius menjelang kontestasi politik berikutnya. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com