China Uji Robot T2 untuk Awasi Pelanggaran Lalu Lintas

China menguji robot T2 di Hangzhou untuk mendeteksi pelanggaran lalu lintas, memberikan peringatan, mengatur arus kendaraan, dan membantu tugas rutin petugas.

BEIJING – Pengawasan lalu lintas di China mulai melibatkan robot yang dirancang untuk menangani sejumlah tugas rutin petugas di jalan. Robot T2 buatan SUPCON Information telah ditempatkan di sejumlah persimpangan di Hangzhou untuk mendeteksi pelanggaran, memberikan peringatan, mengatur arus kendaraan, hingga membantu masyarakat memperoleh informasi lalu lintas.

Robot setinggi 1,88 meter dengan bobot 98 kilogram itu menggunakan kamera, radar, dan sistem komputasi terintegrasi untuk mengenali sejumlah pelanggaran. Kemampuannya mencakup mendeteksi pengendara sepeda listrik yang tidak memakai helm, sepeda listrik yang membawa penumpang, kendaraan yang berhenti melewati garis marka, serta pejalan kaki yang menyeberang ketika lampu lalu lintas belum mengizinkan.

T2 dikembangkan sebagai bagian dari program percontohan untuk mengalihkan sebagian pekerjaan pengawasan lalu lintas yang berulang dari petugas kepada mesin. Robot tersebut tidak membawa senjata dan tidak memiliki kewenangan untuk menangkap maupun memberikan hukuman secara langsung kepada warga, sebagaimana diberitakan Reuters, Rabu, (16/09/2026).

Kepala Pusat Inovasi Sistem Tak Berawak Cerdas SUPCON Cao Hui mengatakan T2 juga dirancang untuk berinteraksi dengan pengguna jalan. Robot tersebut dapat memberikan peringatan ketika menemukan pelanggaran serta menggerakkan tujuh sendinya untuk meniru gerakan standar petugas lalu lintas yang disesuaikan dengan sinyal lampu lalu lintas.

“Robot ini tidak pernah lelah. Robot ini dapat bekerja secara konsisten dalam waktu yang lama,” kata Cao.

Selain melakukan pengawasan, T2 dapat menjawab pertanyaan masyarakat mengenai arah perjalanan, lokasi parkir, dan peraturan lalu lintas. Sistem tersebut juga menyediakan fungsi keadaan darurat yang dapat menghubungkan pengguna dengan kepolisian setempat.

SUPCON mulai mengerahkan 15 robot T2 di Hangzhou sejak Mei. Perusahaan itu menyatakan robot-robot tersebut telah memberikan lebih dari 170 ribu peringatan dan membantu menurunkan kasus pengendara tanpa helm serta kendaraan yang melewati garis berhenti lebih dari 40 persen setiap bulan. Namun, Kepolisian Lalu Lintas Hangzhou tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar dan Reuters tidak dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.

Robot tersebut beroperasi secara otonom sekitar pukul 07.00 hingga 18.00. T2 dapat berpindah di antara sejumlah posisi yang telah ditentukan di persimpangan tanpa dikendalikan dari jarak jauh, sementara petugas lalu lintas dapat memantau dan mengerahkan robot melalui sebuah platform pusat.

SUPCON menyebut pengujian T2 telah dilakukan selama ribuan jam di berbagai lingkungan, mulai dari kawasan wisata, zona sekolah, kawasan bisnis, lalu lintas jam sibuk, hingga kondisi cuaca buruk. Perusahaan juga mengklaim tingkat akurasi pengenalan pelanggaran lebih dari 95 persen.

Meski demikian, kemampuan robot masih memiliki keterbatasan. Kamera dan radar yang menjadi perangkat utama pengawasan dapat terpengaruh oleh sinar matahari yang terik, hujan, serta suhu ekstrem. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan dan perluasan penggunaan robot di lapangan.

Penggunaan robot lalu lintas juga mulai dilihat sebagai teknologi yang berpotensi diterapkan di luar China. Perusahaan robotika AiMOGA menilai robot kepolisian dapat membantu petugas bekerja dalam lingkungan dengan kondisi berat, termasuk suhu tinggi di Timur Tengah dan musim hujan berkepanjangan di Asia Tenggara.

Namun, ekspansi ke pasar internasional menghadapi persyaratan yang lebih kompleks. Robot harus dapat terintegrasi dengan sistem teknologi informasi penegakan hukum di negara tujuan, memperoleh sertifikasi, serta memenuhi ketentuan perlindungan data setempat karena perangkat menggunakan kamera dan berbagai sensor untuk memantau lingkungan sekitar.

Selain 15 unit yang beroperasi di Hangzhou, SUPCON menyebut hampir 50 robot serupa telah digunakan di sekitar delapan kota di tiga provinsi China. Perusahaan memperkirakan jumlah tersebut dapat mendekati 200 unit pada akhir 2026, sehingga pengembangan robot lalu lintas tidak hanya menjadi uji teknologi, tetapi mulai diarahkan untuk mendukung pekerjaan pengawasan jalan secara lebih luas. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com