Drone Antar Ganja, Rokok, dan Uang Langsung ke Sel Narapidana

Penyelidikan polisi Prancis mengungkap penggunaan drone untuk mengirim narkotika, rokok, dan uang tunai langsung ke sel narapidana hingga puluhan kali setiap hari.

PARIS – Suara drone yang berulang kali terdengar pada dini hari di sekitar Penjara Villefranche-sur-Saône, Prancis, ternyata berkaitan dengan aksi pengiriman barang terlarang ke dalam penjara. Selama hampir dua bulan, sekitar 38 pengiriman menggunakan drone dilakukan setiap hari, membawa narkotika, rokok, dan uang tunai yang kemudian diambil langsung oleh narapidana dari jendela sel.

Aktivitas tersebut mulai terungkap setelah warga yang tinggal di sekitar penjara mendengar suara drone terbang di atas atap rumah mereka selama beberapa pekan. Salah seorang warga mengatakan suara itu muncul berulang kali sepanjang malam.

“Kami mendengarnya, lalu berhenti dan mulai lagi, dan berhenti dan mulai lagi beberapa kali sepanjang malam. Ada suatu periode di mana kami mendengarnya setiap malam,” kata seorang warga dalam laporan tersebut.

Warga lain yang tinggal di seberang jalan juga mengaku mendengar suara serupa, terutama sekitar pukul 03.00 hingga 04.00. Pasangan tersebut awalnya mengira suara itu berasal dari serangga sebelum mengetahui sumbernya adalah drone, sebagaimana dilaporkan TF1 Info, Rabu, (16/09/2026).

“Sekitar jam 3-4 pagi, kurang lebih. Terkadang juga pagi-pagi sekali. Awalnya saya kira itu tawon, lalu saya lihat itu drone,” jelas pasangan tersebut.

Penyelidikan kemudian mengungkap pola pengiriman yang dilakukan secara rutin. Berdasarkan informasi dalam penyelidikan, drone diterbangkan dari sebuah area parkir dekat pusat penjualan tanaman yang berjarak sekitar 200 meter dari penjara.

Paket yang dibawa drone kemudian diambil oleh narapidana melalui jendela sel. Setelah barang diserahkan, drone kembali menuju lokasi keberangkatan. Cara tersebut memungkinkan paket melewati jaring anti-proyeksi yang dipasang di area penjara.

Komandan Kompi Gendarmerie Trévoux di Departemen Ain Michael Ferreira mengatakan barang yang dikirim merupakan benda yang dilarang berada di dalam lingkungan penjara.

“Ini adalah produk-produk yang dilarang di dalam tembok penjara. Narkotika, karton rokok, uang tunai,” kata Ferreira.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas menyita sekitar 500 gram ganja, uang tunai 6.000 euro, serta 18 baterai drone. Barang bukti tersebut menjadi bagian dari penyelidikan terhadap jaringan pengiriman barang terlarang ke dalam penjara.

Frekuensi penerbangan yang mencapai puluhan kali setiap hari membuat penggunaan drone menjadi sarana pengiriman yang relatif cepat bagi para pelaku. Pengiriman juga dilakukan pada malam hingga dini hari ketika aktivitas di sekitar penjara lebih rendah.

Sekretaris Jenderal UNSA Justice Cédric Rochis menyoroti tantangan petugas dalam menghadapi penerbangan drone di sekitar penjara, terutama ketika jumlah personel pada malam hari lebih sedikit.

“Kami tidak akan menembak jatuh drone itu. Pada malam hari, jumlah personel dikurangi, sel-sel ditutup, mereka menerima pengiriman langsung ke sel. Ini seperti bar terbuka,” keluh Rochis.

Pengungkapan modus tersebut menunjukkan penggunaan teknologi nirawak dapat dimanfaatkan untuk memasukkan barang terlarang ke lingkungan penjara dari luar perimeter. Penanganan selanjutnya diperlukan untuk mengungkap pihak yang mengoperasikan drone, penerima paket di dalam penjara, serta jaringan yang memasok barang tersebut. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com