Arus Laut Jawa Melemah, Penyelam Berhasil Akses KM Virgo Transport 8

Melemahnya arus Laut Jawa memungkinkan tim Basarnas dan Kopaska TNI AL menyelami KM Virgo Transport 8, memasang tali tambat, serta memeriksa badan kapal yang masih tertutup dan kedap.

JAKARTA – Penurunan kecepatan arus di Laut Jawa membuka akses bagi tim penyelam gabungan untuk memeriksa Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang berada dalam posisi terbalik. Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama Komando Pasukan Katak (Kopaska) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berhasil mencapai badan kapal, memasang tali tambat, dan mengamati kondisinya pada Kamis (17/09/2026).

Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo mengatakan operasi bawah air dapat dilakukan setelah kecepatan arus yang sebelumnya mencapai 6,8 knot turun menjadi sekitar 1,8 hingga 2 knot. Kondisi tersebut memungkinkan penyelam turun untuk memeriksa kapal secara langsung.

“Jadi kalau kemarin Bapak Kabadan itu arusnya sampai 6,8 (knot), hari ini agak berkurang, kalau tidak salah sekitar 1,8 sampai 2 (knot), sehingga teman-teman dari Kopaska maupun penyelam bisa turun di kedalaman dan sudah memasang tali tambat untuk membantu penyelam ke permukaan,” kata Yudhi dalam konferensi pers, Kamis (17/9/2026).

Kondisi air yang lebih jernih juga membantu tim memperoleh gambaran badan KM Virgo Transport 8 secara lebih menyeluruh, mulai dari bagian buritan hingga haluan.

“Kemudian juga memberikan informasi terkait kondisi di dalam air yang kebetulan juga hari ini terlihat bening, ada gambarnya seluruh bodi kapal baik dari buritan sampai dengan haluan,” sambungnya.

Selain melakukan pemeriksaan, tim penyelam memasang pelampung rambu di sekitar lokasi kapal. Penanda tersebut dipasang untuk memperingatkan kapal yang melintas agar tidak mendekati lokasi operasi bawah air sehingga proses pencarian dan pemeriksaan dapat berlangsung lebih aman.

Hasil pengamatan penyelam menunjukkan badan KM Virgo Transport 8 masih dalam kondisi tertutup dan kedap. Kondisi itu membuat akses ke bagian dalam kapal belum terbuka.

“Saya bilang kedap, jadi tidak ada yang bisa masuk, masih tertutup, jadi masih tertutup, gitu ya. Jadi mungkin kalau kemarin ditemukan beberapa itu mungkin yang barang-barang yang di haluan atau di luar ini,” tutur dia.

Menurut Yudhi, kondisi badan kapal yang masih tertutup juga menjadi perhatian tim yang menangani rencana salvage atau penanganan kapal.

“Yang lainnya tertutup, sehingga makanya harapan kita mungkin lebih, kalau menurut teman-teman salvage itu lebih bagus gitu untuk inikan, masih kedap ya,” imbuhnya.

Perkembangan operasi penyelaman tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Kamis (17/09/2026), menjadi bagian dari upaya pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang masih belum ditemukan.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/09/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/09/2026) dengan membawa 243 orang yang terdiri atas penumpang, awak kapal, dan kru.

Berdasarkan data hingga Senin (14/09/2026) yang tercantum dalam laporan awal, sebanyak 114 dari 243 orang di kapal tersebut telah ditemukan, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tim telah menyiapkan opsi salvage apabila pencarian bawah air terkendala kondisi cuaca. Salah satu rencana yang dipertimbangkan ialah membalikkan badan kapal agar bagian dalam dapat diperiksa untuk mencari korban.

“Apabila pencarian underwater belum bisa kita lakukan akibat cuaca, kita merencanakan untuk salvage. Yaitu kita ingin membalikkan kondisi kapal ini dan akan kita laksanakan pencarian di dalam eh kapal tersebut dan kita akan evakuasi,” kata Syafii dalam konferensi pers, Rabu.

“Baru setelah diyakinkan proses SAR ini selesai baru kapal ini akan kita tarik untuk kepentingan investigasi,” sambungnya.

Keberhasilan penyelaman setelah arus melemah memberikan akses lebih luas bagi tim pencarian dan pertolongan (SAR) untuk memetakan kondisi KM Virgo Transport 8. Pemeriksaan bawah air dan opsi salvage selanjutnya menjadi bagian penting dalam upaya menjangkau bagian dalam kapal serta melanjutkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com