ISPU Bontang 152, Udara Tidak Sehat Belum Pulih

ISPU Bontang tercatat 152 pada Jumat pagi dengan PM2.5 sebagai parameter kritis, sementara kondisi udara Samarinda juga masih berada dalam kategori tidak sehat.

BONTANG – Kualitas udara di Bontang masih berada pada kategori tidak sehat pada Jumat (18/09/2026) pagi, dengan indeks standar pencemar udara (ISPU) mencapai 152. Partikel halus PM2.5 menjadi parameter paling dominan dalam pencemaran udara yang terpantau di Stasiun Kota Bontang Tanjung Laut.

Berdasarkan pemantauan aplikasi ISPU.net pada pukul 05.00, nilai PM2.5 tercatat 152, sama dengan angka ISPU. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara masih perlu diwaspadai masyarakat, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Angka tersebut memang sedikit menurun dibandingkan satu jam sebelumnya. Pada pukul 04.00, ISPU Bontang berada di angka 154. Namun, penurunan tersebut belum menunjukkan perubahan kategori kualitas udara.

Kondisi udara Bontang juga belum memperlihatkan perbaikan berarti jika dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Kamis (17/09/2026), ISPU tercatat 115 dan masih berada dalam kategori tidak sehat.

Selain PM2.5, hasil pemantauan pada Jumat pagi mencatat konsentrasi partikel PM10 sebesar 84, sulfur dioksida (SO₂) 5, karbon monoksida (CO) 2, ozon (O₃) 23, nitrogen dioksida (NO₂) 13, serta hidrokarbon (HC) 3.

Sebagaimana diberitakan Bontangpost, Jumat, (18/09/2026), kondisi udara tidak sehat juga terpantau di Samarinda. Pada pukul 06.00, Stasiun Samarinda Taman Segiri mencatat ISPU 126 dengan PM2.5 sebagai parameter kritis.

Kualitas udara Samarinda sebelumnya sempat mencapai tingkat pencemaran yang jauh lebih tinggi. Hasil pemantauan Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (17/09/2026) mencatat ISPU hingga 357. Data tersebut juga dilaporkan Kaltim Post.

Pada pemantauan itu, konsentrasi PM2.5 mencapai 194,42 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 berada di angka 306,65 mikrogram per meter kubik.

Di Bontang, persoalan kualitas udara dalam beberapa hari terakhir turut ditandai kemunculan kabut asap. Sejumlah warga mengeluhkan bau asap hingga mata terasa perih ketika beraktivitas di luar rumah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang telah mengimbau warga mengambil langkah perlindungan ketika kabut asap muncul. Masyarakat diminta menggunakan masker, menutup pintu dan jendela rumah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Gunakan masker. Tutup pintu dan jendela rumah. Tidak keluar rumah ketika ada kabut asap,” ungkap Wali Kota Neni beberapa waktu lalu.

Dengan PM2.5 masih menjadi parameter kritis, pemantauan kualitas udara menjadi penting untuk melihat perkembangan kondisi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat juga diharapkan mengikuti imbauan pemerintah dan menyesuaikan aktivitas apabila kualitas udara kembali memburuk. []

Redaksi 03

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com